Waspadai Teror, Kedubes RI di Qatar Siapkan Antisipasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menyaksikan aksi pasukan terjun payung dari Angkatan Bersenjata Qatar pada perayaan Hari Nasional Qatar di Doha, 18 Desember 2015. Qatar merayakan Hari Nasional yang ke-44. REUTERS/Naseem Zeitoon

    Warga menyaksikan aksi pasukan terjun payung dari Angkatan Bersenjata Qatar pada perayaan Hari Nasional Qatar di Doha, 18 Desember 2015. Qatar merayakan Hari Nasional yang ke-44. REUTERS/Naseem Zeitoon

    TEMPO.CO, Jakarta - Situasi keamanan di Yaman dan Suriah turut berdampak pada kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Berbagai teror dan serangan dengan rudal balistik yang ditujukan ke kota Khamis Musheit dan Jizan di Arab Saudi Juli kemarin, menimbulkan kekhawatiran di Qatar, yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

    Duta Besar RI untuk Qatar Muhamad Basri Sidehabi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. Selain itu, KBRI juga bekerja sama dengan Tim Tanggap Darurat dan Satgas KBRI Doha untuk memantau perkembangan sekiranya keadaan memburuk.

    Berdasarkan pemantauan, situasi di Qatar umumnya berjalan normal. Namun, kata purnawirawan mayor jenderal itu, terdapat beberapa penjagaan khususnya kawasan yang dianggap vital seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik serta pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.

    "KBRI sedang menyiapkan langkah antisipasi dan simulasi," kata Basri dalam keterangan tertulisnya, Sabtu, 15 Oktober 2016. Persiapan ini dilakukan karena melihat besarnya jumlah WNI di Qatar.

    Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 di Qatar sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.

    Febi Ardiyansah, Koordinator Tanggap Darurat Komunitas Indonesia di kota Messaid, menyambut upaya antisipasi guna menghadapi kondisi darurat. Menurut dia, antisipasi ini penting agar para WNI lebih waspada dan mengerti garis komando. "Sinergi ormas dengan KBRI berdampak positif guna meredakan ketegangan yang dialami para WNI dalam menyikapi kondisi keamanan di Timur Tengah," katanya.

    Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Doha Boy Dharmawan menyebutkan KBRI melakukan koordinasi dan kerjasama dengan wakil-wakil dari 51 organisasi masyarakat di Qatar dalam membuat contingency plan. “Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi kondisi darurat guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar,” ujar dia.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?