Obrolan Cabul, Michelle Obama Sebut Trump Predator Seksual

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Michelle Obama dan Donald Trump. REUTERS

    Michelle Obama dan Donald Trump. REUTERS

    TEMPO.CO, Manchester –Ibu Negara Amerika Serikat Michelle Obama mengecam rekaman obrolan cabul kandidat presiden dari Partai republic, Donald Trump.

    Dalam kampanye untuk Hillary Clinton di Manchester, New Hampshire, pada Kamis 13 Oktober 2016, Michelle menyebut rekaman yang dibuat pada 2005 dan diedarkan pada publik sepekan lalu itu membuatnya “terguncang.”

    “Saya tidak bisa berhenti memikirkannya. Saya terguncang karena ini bukan sekedar politik, tetapi kepantasan dasar sebagai manusia,” kata Michelle seperti dilansir CNN Jumat 14 Oktober 2016.

    Michelle mengaku harus mengungkapkan perasaannya, karena menurutnya sangat tidak jujur jika mengabaikannya begitu saja. “Saya tidak percaya ada kandidat presiden AS yang membanggakan pelecehan seksual terhadap perempuan,” ujar dia.

    Suaranya bergetar saat penyebut pertemuannya dengan sejumlah perempuan muda di Gedung Putih pada Selasa lalu. “Saya menegaskan mereka berhak diperlakukan secara terhormat dan bermartabat,” tutur Michelle.

    Dalam video itu, Trump terdengar mengatakan ucapan-ucapan kasar tentang bagaimana melecehkan perempuan.

    Sejak cuplikannya video ini dirilis The Washington Post akhir pekan lalu, sedikitnya 10 perempuan mengaku telah dilecehkan Trump dalam berbagai kesempatan.

    Trump membantah dan menyebut pembicaraan itu hanyalah basa basi belaka. “Ini bukan ucapan basa basi. Ini dilakukan orang yang berkuasa dan secara terang-terangan merupakan predator seksual. Kata-katanya bahkan tak akan bisa didengar secara terbuka di televisi,” Michelle menegaskan.

    Michelle Obama sempat dikaitkan dengan Trump saat pidato untuk menyambut kemenangan suaminya pada 2008, disontek oleh Melania Trump, istri Donald, dalam kampanye tahun ini.

    CNN | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.