Antonio Guterres Sekjen PBB, Siap Jadi Wasit yang Adil  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres (kanan), besama dengan utusan khusus UNHCR Angelina Jolie saat mengunjungi pusat pasukan Malta di Luqa, Valletta, 14 September 2014. Sekitar 500 imigran meninggal di Mediterania setelah kapal menabrak pekan lalu. REUTERS/Justin Gatt/Armed Forces of Malta Press Office

    Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) Antonio Guterres (kanan), besama dengan utusan khusus UNHCR Angelina Jolie saat mengunjungi pusat pasukan Malta di Luqa, Valletta, 14 September 2014. Sekitar 500 imigran meninggal di Mediterania setelah kapal menabrak pekan lalu. REUTERS/Justin Gatt/Armed Forces of Malta Press Office

    TEMPO.CO, New York - Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menunjuk Antonio Guterres sebagai sekretaris jenderal baru, menggantikan Ban Ki-moon yang akan mengakhiri masa jabatannya akhir tahun ini.

    Seperti dilansir Yahoo News, Jumat, 14 Oktober 2016, bekas Perdana Menteri Portugal itu berjanji akan menjadi “jembatan perdamaian” dan “wasit yang adil” setelah 193 negara anggota pada Kamis waktu setempat secara aklamasi menunjuk dia sebagai diplomat nomor 1 dunia mulai 1 Januari 2017.

    Guterres disambut tepuk tangan meriah saat memasuki ruang pertemuan. “Saya sangat menyadari tantangan yang dihadapi PBB dan keterbatasan Sekjen. Masalah dramatis yang dihadapi dunia hanya dapat diatasi dengan pendekatan rendah hati,” katanya di hadapan perwakilan negara dunia.

    Politikus sosialis yang telah bekerja sebagai Ketua Badan Dunia untuk Pengungsi selama satu dekade terakhir ini diharapkan dapat bekerja lebih efektif ketimbang Ban, yang dianggap terlalu lemah menghadapi negara adidaya seperti Amerika Serikat dan Rusia.

    Para pemimpin dunia pun menyambut tanggung jawab baru Guterres dengan hangat. Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyebut Guterres memiliki karakter, visi, dan keahlian untuk memimpin PBB dalam masa kritis. Sedangkan Presiden Rusia menelepon Guterres dari Kremlin dan mendoakannya berhasil dalam situasi yang semakin genting.

    Kepada wartawan seusai pemilihan, pria 67 tahun yang piawai bicara dalam empat bahasa itu mendesak para pemimpin dunia bersatu menghadapi konflik Suriah. “Apa pun perbedaan yang ada, sangat penting bagi mereka untuk bersatu dan berjuang demi perdamaian.”

    YAHOO NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


  • PBB
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.