Bentrokan di Myanmar, Korban Jiwa Terus Bertambah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengungsi Rohingya dan Banglades mengumpulkan air hujan dengan piring dan botol di kamp pengungsi sementara di Maungdaw, Myanmar, 4 Juni 2015. Sekitar 400 orang pengungsi berkumpul di kamp ini tanpa makanan dan air bersih yang memadai.  REUTERS/Soe Zeya Tun

    Pengungsi Rohingya dan Banglades mengumpulkan air hujan dengan piring dan botol di kamp pengungsi sementara di Maungdaw, Myanmar, 4 Juni 2015. Sekitar 400 orang pengungsi berkumpul di kamp ini tanpa makanan dan air bersih yang memadai. REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.COYangon - Media pemerintah Myanmar, Rabu, 12 Oktober 2016, melaporkan 12 orang tewas dalam bentrokan antara sekelompok pria bersenjata dan tentara di Negara Bagian Rakhine. Empat tentara dan seorang tersangka tewas pada Selasa lalu ketika ratusan orang bersenjata pistol dan pedang menyerang tentara di Desa Pyaungpit, Kota Maungdaw.

    Media Global New Light of Myanmar juga menyebutkan tujuh orang lain tewas dalam sebuah serangan di dekat Desa Taung Paing Nyar. “Setelah insiden, tentara menemukan tujuh mayat. Pedang dan tongkat ditemukan di dekat mereka,” demikian ditulis harian itu, Rabu, 12 Oktober 2016.

    Militer Myanmar dikerahkan ke wilayah mayoritas muslim Rohingya setelah sembilan polisi tewas dalam serangan di tiga pos perbatasan dengan Bangladesh. Empat orang ditangkap pada Selasa lalu karena diduga terlibat dalam serangan Ahad lalu. Dua di antaranya bernama Andra Mular Kein dan Mawlawi Fordita Laung.

    Rohingya adalah warga muslim Myanmar yang dianggap mayoritas penduduk lokal Buddha sebagai pendatang haram. Bentrokan kali ini seperti mengulang serangan sektarian yang terjadi pada 2012 dan menewaskan lebih dari 100 warga Rohingya dan memaksa ratusan ribu lainnya mengungsi.

    YAHOO! NEWS | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.