Taiwan Berharap Bisa Menjadi Mitra ASEAN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia, Liang-Jeng Chang bersama anak-anak sekolah Taipei di Jakarta merayakan Hari Nasional Taiwan (Double Tenth) ke-105, 10 Oktober 2016. Tempo/Natalia Santi

    Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan di Indonesia, Liang-Jeng Chang bersama anak-anak sekolah Taipei di Jakarta merayakan Hari Nasional Taiwan (Double Tenth) ke-105, 10 Oktober 2016. Tempo/Natalia Santi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taiwan (Taipei Economic and Trade Office/TETO) mengharapkan negaranya suatu saat dapat menjadi mitra Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN). Liang-Jen Chang juga mengharapkan Taiwan bisa menjalin kesepakatan perdagangan bebas (free trade agreement/FTA) dengan negaranya.

    “Kami berharap di masa depan kita bisa bekerja sama menciptakan FTA antara Taiwan dengan Indonesia atau ASEAN plus Taiwan. Hal ini tidak saja memperluas pasar ASEAN , tapi produk Anda ke Taiwan bisa juga masuk ke daratan utama Cina,” kata Liang-Jen kepada Tempo di sela-sela Perayaan Hari Nasional Taiwan yang dikenal sebagai Double Tenth ke-105 di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin, 10 Oktober 2016.

    Baca:
    PBB Setuju Sahara Barat Menentukan Nasibnya Sendiri
    Cina Tegaskan Dukung Rusia untuk Akhiri Konflik di Suriah

    Dalam pidatonya, Liang-Jen menyatakan kebijakan ekonomi Presiden Joko Widodo yang baru dapat cocok dengan kebijakan baru pemerintah Taiwan, Kebijakan Baru ke Arah Selatan (New Southbound Policy).

    Kebijakan tersebut, antara lain mengembangkan kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Asia Selatan, dan Australia, terutama di bidang ekonomi; pertukaran tenaga ahli; berbagi sumber daya alam; dan menciptakan suatu kawasan ekonomi.

    Implementasi kebijakan tersebut, antara lain kemudahan regulasi visa ke Taiwan dan mempromosikan makanan halal dan pariwisata untuk umat muslim. “Saya berniat melipatgandakan jumlah beasiswa bagi anak muda Indonesia pada 2017,” kata Liang-Jen. Saat ini jumlah beasiswa yang diberikan pemerintah Taiwan mulai dari kursus pendek dua minggu hingga tiga tahun mencapai 100 orang.

    Liang-Jen juga menilai Indonesia saat ini berada dalam tahap transformasi ekonomi, khususnya industri manufaktur. “Ini bidang yang sangat kuat di Taiwan, kita bisa melatih pekerja Indonesia, meningkatkan teknologi dan keterampilan mereka,” tambah Liang-Jen yang sudah berada dua tahun sembilan bulan di Indonesia.

    Dia mengungkapkan pada 28 Oktober mendatang, Taiwan akan meresmikan Formosa Technical Center di Tangerang. Pusat pelatihan tersebut akan membantu para teknisi tidak saja di tingkat pekerja, tapi juga menjadi pekerja terampil di tingkat yang lebih tinggi.

    Lima bidang pembangunan utama Taiwan asat ini, antara lain bioteknologi dan farmasi, pertahanan nasional, energi berkelanjutan, mesin cerdas, serta internet. “Taiwan mengajak pengusaha Indonesia untuk berinvestasi di lima bidang pembangunan ini untuk mencapai kesejahteraan ekonomi bersama,” kata Liang-Jen.

    Perayaan Double Tenth kali ini dihadiri sekitar seribu undangan meliputi pejabat, anggota parlemen, tokoh masyakat, dan pengusaha Taiwan di Indonesia. Acara dimulai dengan paduan suara anak-anak dari Taipei School yang menyanyikan lagu kebangsaan Taiwan dan Indonesia Raya.

    Di sela-sela perayaan, juga ditampilkan pameran produk kreatif Taiwan oleh Taiwan Trade Center (Taitra) berupa produk teknologi tinggi. Selain itu, dihidangkan kuliner khas Taiwan seperti bubble tea, Taiwan tea, snow ice, planet popcorn, dan golden coffee.

    NATALIA SANTI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?