Putin-Erdogan Sepakat Akhiri Konflik Bersenjata di Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. AP

    Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) dan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan. AP

    TEMPO.COMoskow - Pemimpin Rusia dan Turki mengadakan pertemuan di Istanbul untuk membicarakan kerja sama penanganan konflik bersenjata di Suriah.

    Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang bertemu pada Senin, 10 Oktober 2016, sepakat meningkatkan kerja sama militer dan intelijen dalam rangka mengakhiri konflik berkepanjangan di Suriah.

    "Baik Rusia maupun Turki sepakat menghentikan pertumpahan darah di Suriah dan semua pihak harus mendukung proposal ini," kata Putin seperti dilansir Sputnik. 

    Baca: 
    Rusia dan Turki Sepakat Kirim Bantuan ke Aleppo
    Rusia Buka Kembali Pangkalan militernya di Vietnam dan Kuba
    Sekjen PBB Minta DK Selidiki Dugaan Kejahatan di Aleppo

    Selain itu, Putin dan Erdogan menyatakan kesediaan mereka untuk bekerja sama dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Aleppo.  

    Kunjungan Putin ke Turki merupakan bagian dari undangan menghadiri Kongres World Energy ke-23 di Istanbul yang dibuka pada 9 Oktober. Dalam pidatonya saat konferensi, Putin memuji keberhasilan pemerintah Turki yang dapat mengatasi rencana kudeta pada Juli lalu dengan baik. 

    Pertemuan tersebut juga menandai pemulihan hubungan kedua negara yang sempat retak setelah jet tempur Rusia ditembak jatuh oleh militer Turki di dekat perbatasan Suriah pada November 2015.

    Putin mengatakan Moskow memutuskan untuk mencabut larangan pada beberapa produk makanan dari Turki dan kedua pemimpin sepakat terus memperbaiki hubungan bilateral.

    REUTERS | RT | SPUTNIK | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.