Jerman Tangkap Terduga Teroris Asal Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengamankan stasiun kereta utama menyusul ancaman terorisme saat Tahun Baru di Munchen, Jerman, 1 Januari 2016. REUTERS/Michael Dalder

    Polisi mengamankan stasiun kereta utama menyusul ancaman terorisme saat Tahun Baru di Munchen, Jerman, 1 Januari 2016. REUTERS/Michael Dalder

    TEMPO.CO, Chemnitz - Kepolisian Jerman pada Senin, 10 Oktober 2016, menangkap Jaber Albakr, pengungsi Suriah yang diduga akan melakukan terror. Penangkapan itu terjadi setelah dilakukan pengejaran selama dua hari. “Kami sangat lelah, tapi bahagia,” cuit akun resmi kepolisian Negara Bagian Saxon di Twitter.

    Polisi menyerbu apartemen Albakr pada Sabtu lalu di Kota Chemnitz, tapi ia berhasil kabur. Albakr ditangkap di Leipzig, kota di Jerman timur, yang hanya berjarak satu jam perjalanan dari kota asalnya dan berbatasan dengan Cek. Sebelumnya, intelijen Jerman memberikan informasi tentang rencana teror pada Jumat lalu, yang menyebabkan penyerbuan di apartemen Albakr.

    Kepolisian menemukan ratusan gram bahan peledak di apartemen tersebut. Polisi langsung mengevakuasi 80 penghuni apartemen. Penyelidik menduga bahan peledak ini adalah TATP, yang digunakan dalam serangan di Brussels dan Paris. Juru bicara kepolisian menegaskan pada Ahad malam lalu bahwa ini merupakan bukti pelaku memiliki motivasi untuk melakukan serangan.

    Stasiun televisi publik ARD melaporkan, Albakr tiba di Jerman sebagai pengungsi setahun lalu. Sebelum menangkap Albakr, polisi menyerbu apartemen lain dan menangkap orang keempat yang diduga bekerja sama dengannya. Penyerbuan ini menyebabkan apartemen porak-poranda. Adapun dua orang yang telah ditangkap akhirnya dibebaskan.

    DEUSTCHE WELLE | NYT | SITA PLANASARI AQUADINI



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.