Debat Capres AS: Trump Abaikan Wakilnya Soal Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon presiden Demokrat, Hillary Clinton (kanan), mendengarkan penyataan dari lawannya, Donald Trump, selama debat presiden kedua di Washington University, St Louis, 9 Oktober 2016. AP/Patrick Semansky

    Calon presiden Demokrat, Hillary Clinton (kanan), mendengarkan penyataan dari lawannya, Donald Trump, selama debat presiden kedua di Washington University, St Louis, 9 Oktober 2016. AP/Patrick Semansky

    TEMPO.CO, ST.LOUIS—Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald J. Trump membuat pernyataan mengejutkan ihwal Suriah dalam debat kedua calon presiden Amerika Serikat di Washington University, St. Louis, Louisiana, Ahad malam waktu setempat, 9 Oktober 2016.

    Saat ditanya komentarnya tentang pernyataan calon wakil presidennya, Mike Pence, yang menganjurkan intervensi militer AS di Suriah dalam debat cawapres pekan lalu, Trump justru menolak. “Kami belum bicara satu sama lain, tetapi saya tidak setuju,” kata Trump.

    Alih-alih menjawab soal rezim Bashar al-Assad, Trump justru berulang kali menegaskan Amerika Serikat harus menghancurkan kelompok militant Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Ia bahkan menyarankan agar Washington bekerja sama dengan Assad dan sekutunya untuk melawan ISIS. “Assad membunuh ISIS, Rusia membunuh ISIS, Iran membunuh ISIS.”

    Saat ditanya apa yang ia lakukan untuk melindungi Kota Aleppo dari serangan udara Rusia dan pasukan pemerintah Suriah, Trump justru menjawab,” Aleppo sejatinya telah jatuh.” Ia kemudian kembali mengulang agar AS fokus mengurus ISIS.

    Untuk melindungi seperempat juta warga sipil Aleppo, baik Trump maupun rivalnya dari Demokrat, Hillary R. Clinton sepakat harus ada zona larangan terbang di Aleppo. “Namun seluruh negara lain harus turut serta membantu Suriah. Saat ini mereka mengandalkan AS,” Trump menambahkan. Adapun Clinton menyebut jika dirinya terpilih, ia akan mempersenjatai pasukan Kurdi yang saat ini mendapat tekanan baik dari ISIS maupun Turki.

    CNN | THE WASHINGTON POST | SITA PLANASARI AQUADINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.