Trump dan Clinton Saling Serang dalam Debat Capres AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Clinton VS Donald Trump    REUTERS/Charles Mostoller/Jonathan Ernst

    Hillary Clinton VS Donald Trump REUTERS/Charles Mostoller/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, Jakarta - Kedua calon Presiden Amerika Serikat, yaitu Hillary Clinton dan Donald Trump, memulai debat kedua mereka dengan saling serang. Perdebatan ini berawal dari pertanyaan moderator akan video Donald Trump yang dianggap melecehkan perempuan.

    "Saya meminta maaf kepada masyarakat Amerika, saya tak bangga (akan hal itu)," kata Donald Trump dalam debat yang berlangsung di Washington University, St. Louis, Missouri, Minggu malam 9 Oktober 2016. Debat dimulai pukul 9 malam waktu setempat atau Senin pagi waktu Indonesia.

    Trump terus mengatakan dirinya tak pernah melakukan pelecehan terhadap perempuan. Dia mengatakan tak ada yang memiliki rasa hormat terhadap perempuan melebihi dirinya.

    Kemudian, Trump menyerang Hillary, dengan menyebut kasus yang melanda suaminya, Bill Clinton. Dia mengatakan apa yang dilakukan Bill Clinton jauh lebih buruk. "Bill Clinton melecehkan perempuan."

    Hillary merespons apa yang dikatakan Trump, dengan menyebut apa yang dikatakan Trump di video itu, merupakan pribadi Trump yang sesungguhnya. Dia menambahkan kalau Trump tak hanya menyerang perempuan, tapi juga minoritas.

    Hillary melanjutkan bahwa hal itu bukanlah Amerika, karena Amerika menjadi negara yang besar karena Amerika baik, dan Amerika akan mempertahankan perbedaan yang ada di dalam warga negaranya.

    Beberapa hari menjelang debat capres kedua, muncul video Donald Trump yang mengatakan kata-kata vulgar tentang perempuan. Adapun video ini merupakan sebuah video dari tahun 2005.

    DIKO OKTARA

    Baca:
    Jessica Ulang Tahun di Pondok Bambu, Begini Perayaannya
    Minta Dilindungi Jokowi, Gatot Akan Bongkar Jaringan Ini
    Gara-gara Uang Rp 200 Ribu, Dua Pria Nekat Bunuh Rekannya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban Konflik Lahan Era SBY dan 4 Tahun Jokowi Versi KPA

    Konsorsium Pembaruan Agraria menyebutkan kasus konflik agraria dalam empat tahun era Jokowi jauh lebih banyak ketimbang sepuluh tahun era SBY.