Trump Pernah Bahas Ukuran Payudara Anaknya, Ivanka di Radio  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ivanka Trump. AP/Evan Agostini

    Ivanka Trump. AP/Evan Agostini

    TEMPO.CO, Washington - Donald Trump, kandidat presiden Amerika Serikat dari partai Republik, tak hanya bicara cabul mengenai pengalaman berhubungan seks dengan wanita-wanita termasuk kehidupan seksualitasnya,  ia bahkan ikut membahas penampilan fisik anak perempuannya, Ivana Trump.

    Dalam satu wawancara radio pada Oktober 2006 dengan penyiar radio Howard Stern, Trump memuji penampilan fisik anaknya yang bahenol dikaitkan dengan ukuran payudara anak perempuannya itu.

    Baca: Diminta Mundur karena Komentar Cabul, Trump: Nol Peluang

    "Dia sebenarnya selalu tampak sangat bahenol. Dia tinggi, hampir 6 kaki tingginya, dan dia sangat cantik," kata Trump menanggapi pertanyaan Stern yang menganggap penampilan fisik Ivanka jauh lebih bahenol dibanding sebelumnya.

    Tanpa sungkan, Trump menuturkan payudara Ivanka asli, bukan hasil operasi pembesaran (implan), mengutip CNN, 9 Oktober 2016.

    Ini bukan pertama kali Trump mendiskusikan penampilan fisik anak perempuannya. Di satu wawancara radio pada September 2004, Trump bahkan membolehkan Stern menyebut Ivanka perempuan bahenol. Saat itu, Ivanka berumur 23 tahun.

    Baca: Alasan Rachmawati Soekarnoputri Bersahabat dengan Korut

    Rekaman wawancara radio yang dipublikasikan jauh sebelum Trump maju jadi kandidat Presiden Amerika, membuat panas kubu partai Republik. Mereka menginginkan Trump mundur sebagai kandidat Presiden Amerika. Sementara hari pemilihan tinggal sebulan lagi.

    Hillary Clinton, pesaing utama Trump menuju Gedung Putih berujar singkat atas pernyataan cabul Trump, "Ini mengerikan. Kita tidak dapat membolehkan pria ini untuk menjadi Presiden."

    CNN | INDEPENDENT | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.