Kisah Haru Tunawisma Ditolak McDonalds Ramai di Media Sosial  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tunawisma beristirahat di depan gerai McDonald 24 jam di Hong Kong, 30 Oktober 2015. Banyak tunawisma di Hong Kong terpaksa hidup di jalanan karena tidak mampu menyewa rumah kecil, mengingat harga rumah yang sangat mahal. AP/Vincent Yu

    Seorang tunawisma beristirahat di depan gerai McDonald 24 jam di Hong Kong, 30 Oktober 2015. Banyak tunawisma di Hong Kong terpaksa hidup di jalanan karena tidak mampu menyewa rumah kecil, mengingat harga rumah yang sangat mahal. AP/Vincent Yu

    TEMPO.COLondon - Sebuah kisah haru datang dari Inggris. Seorang pemuda baik hati memberikan makan bagi gelandangan atau tunawisma setelah diusir dari gerai makanan cepat saji terkenal, McDonalds.

    Kisah bermula ketika seorang wanita tunawisma bernama Polly diusir oleh staf di McDonalds cabang Cardiff saat ia meminta segelas air hangat pada Minggu pagi. Melihat hal itu, seorang pemuda yang tengah mengantre untuk membeli makanan di McDonalds, Jonathon Pengelly, menghampiri wanita tersebut dan menawarkannya makanan.

    Baca: 50 Pasien Lanjut Usia Meninggal Misterius di Jepang

    "Aku tak habis pikir kenapa mereka bahkan tidak bisa memberikan segelas air hangat," kata Pengenlly, seperti dilansir Mirror.

    Pengenlly mengatakan hatinya sangat sedih karena McDonalds, sebuah perusahaan besar dengan pemasukan besar, tidak bisa memberikan segelas air putih kepada seorang wanita tua. "Anggota staf bilang tidak, aku tidak tahu apa yang ada dalam pikiran mereka. Untuk perusahaan multimiliar pound sterling, menolak memberikan air putih bagi tunawisma sangat menjijikkan," ujarnya.

    Baca: 100 Hari Pemerintahan Duterte, Survei: 76 Persen Rakyat Puas

    Kisah tentang tunawisma dan gerai McDonalds kemudian diunggahnya ke Facebook lengkap dengan foto selfie dirinya bersama sang tunawisma. Pengelly menulis bahwa ia kemudian membeli makanan bagi wanita itu. Namun, ketika akan mengucapkan selamat tinggal, ia memutuskan untuk melakukan sesuatu lebih.

    Dia kemudian mengajak wanita itu dan seorang temannya ke rumah. Dia memberikan makanan lain dan mempersilahkan keduanya menggunakan kamar mandinya. Dengan demikian, mereka dapat membersihkan badan dan menggosok gigi, sesuatu yang tidak pernah didapat sebelumnya.

    Baca: Blogger Vietnam Dipecat Setelah Wawancarai Oposisi Eksil

    Pengelly sangat terkejut ketika berbincang-bincang dengan para tunawisma tersebut, yang kemudian mengubah persepsinya tentang tunawisma. Menurut dia, cerita Polly dan temannya tentang kehidupan dan pendidikan mereka sangat luar biasa. "Ketika aku berbicara kepada mereka, aku benar-benar terkejut pada cerita mereka dan bagaimana pendidikan mereka," tulisnya.

    Kisah tentang Polly tersebut kini telah menjadi viral dengan puluhan ribu kali dibagikan setelah diunggah ke Facebook oleh Pengelly. Ia berharap itu akan menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan-tindakan kecil terkait dengan kebaikan yang sama.

    Baca: Mantan PM Portugal Dikabarkan Bakal Gantikan Ban Ki Moon

    Menanggapi cerita itu, seorang juru bicara McDonalds mengatakan 
    tidak ada kebijakan dari perusahaan yang melarang tunawisma masuk ke gerai. Bahkan, menurut dia, sebagian besar permintaan tunawisma diberikan oleh staf. "Gerai kami di Inggris, termasuk di Cardiff, memberikan air dan barang-barang lain untuk tunawisma setiap hari."

    Dia menambahkan, jika ada pelarangan, berarti ada laporan terkait dengan pelaku tunawisma yang ilegal dan antisosial. Namun mereka belum tahu apakah wanita yang dilarang itu pernah memiliki catatan buruk di gerai McDonalds lainnya atau tidak.

    MIRROR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Palapa Ring Akan Rampung Setelah 14 Tahun

    Dicetuskan pada 2005, pembangunan serat optik Palapa Ring baru dimulai pada 2016.