Bagdad Bantah Terima Bantuan Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Irak, AFP:Wakil Presiden Irak, Taha Yasin Ramadan membantah, Sabtu (29/3), bahwa negaranya menerima bantuan militer dari Suriah atau Iran, seperti yang dituduhkan Amerika Serikat."Ini adalah kebohongan untuk menjustifikasi penghentian laju pasukan darat Amerika," ujar Ramadan dalam konferensi persnya. Sebelumnya, Donald Rumsfeld, Menteri Pertahanan Amerika Serikat menuduh pihak Suriah, Jumat (28/3) menjual peralatan militer pada tentara Irak dan memerintahkan pihak Suriah untuk menghentikan aktivitasnya itu. Peralatan yang dijual menurut Rumsfeld, diantaranya adalah kacamata untuk memantau keadaan di malam hari. Donald mendesak pengiriman perlengkapan militer itu dihentikan dan meminta pemerintah Suriah untuk menghentikan tindakan bermusuhan seperti itu terhadap Amerika Serikat. Menteri Pertahanan itu juga menyerang Iran karena membiarkan gelombang milisi anti Saddam mengintervensi rencana pasukan koalisi. Kami mendapat informasi bahwa pengiriman peralatan militer telah melewati perbatasan Suriah menuju Irak, termasuk kaca mata militer (untuk memantau keadaan di malam hari)," ujarnya dalam konferensi pers di Pentagon. Dia mengatakan, tidak diragukan lagi bahwa suplai perlengkapan militer atau pun pengiriman personil telah melewati perbatasan Suriah. Itu membuat situasi tambah sulit, ujarnya. Pemerintah Amerika Serikat menganggap tindakan seperti (yang dilakukan Suriah) itu sebagai isyarat permusuhan dan akan menahan segala hal yang berhubungan dengan pengiriman (keluar Suriah)," ujarnya. Yophiandi --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTUN: Blokir Internet di Papua dan Papua Barat Melanggar Hukum

    PTUN umumkan hasil sidang perihal blokir internet di Papua dan Papua Barat pada akhir 2019. Menteri Kominfo dan Presiden dinyatakan melanggar hukum.