EKSKLUSIF, Wartawan Turki: Saya Pulang Pasti Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan petugas berada di lokasi terjadinya bom mobil di kantor Polisi di Elazig, Turki, 18 Agustus 2016. Setidaknya tiga orang tewas dan 120 orang lainnya terluka dalam serangan bom ini. (Sahismail Gezici/DHA via AP)

    Puluhan petugas berada di lokasi terjadinya bom mobil di kantor Polisi di Elazig, Turki, 18 Agustus 2016. Setidaknya tiga orang tewas dan 120 orang lainnya terluka dalam serangan bom ini. (Sahismail Gezici/DHA via AP)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sepuluh tahun sudah Selim Caglayan, 37 tahun, tinggal di Indonesia. Kehidupannya di sini dimulai di Bantul, Yogyakarta, pada 2006. Dia bergabung dengan Yayasan Pasiad, lembaga sosial masyarakat bentukan pengusaha-pengusaha Turki, membantu masyarakat saat terjadi gempa di Yogyakarta. Dua tahun kemudian, dia hijrah ke Jakarta dan bekerja paruh waktu sebagai wartawan Cihan News, kantor berita yang berbasis di Istanbul, sambil membantu menerjemahkan tulisan-tulisan yang terkait dengan hubungan Indonesia-Turki.

    Kondisi di Turki saat ini membuat Selim kecewa dan marah kepada pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan, apalagi paspornya dinyatakan hilang dan dibatalkan pemerintah. "Saya sendiri santai menanggapi itu. Lihat saja kehidupan saya. Tapi bagaimana dengan kawan-kawan?" ujarnya kepada Sukma N. Loppies dari Tempo saat ditemui pada Rabu, 28 September 2016.

    Pemerintah Erdogan membatalkan dan mencabut 50 ribu paspor. Anda tahu soal itu?
    Saya tahu dari berita dan perkembangan yang ada. Sebenarnya bukan hanya pembatalan. Pemerintah Turki menyatakan seratus ribu paspor hilang dan membatalkannya. Namun Interpol tidak menganggap kebijakan Erdogan ini dan menolaknya, sehingga kami bisa bepergian ke luar negeri.

    Paspor Anda bagaimana?
    Ketika seseorang berada di luar negeri, Imigrasi Turki sudah menyatakan paspor saya hilang.

    Bagaimana Anda tahu paspor Anda dinyatakan hilang?
    Apa yang dikatakan Erdogan saat ini seperti undang-undang. Tapi itu berlaku di Turki, tidak di luar negeri. Lagi pula Interpol membatalkannya. Tapi, kalau pulang, saya pasti ditangkap. Jika saya lapor ke kedutaan, paspor akan dinyatakan hilang.

    Anda berkeinginan pulang ke Turki?
    Saya ada rencana menggelar pesta pernikahan dengan istri saya yang juga orang Turki di sana. Tapi, melihat kondisi Turki saat ini, pesta digelar di Indonesia saja. Sikap istri saya sendiri tawakal dengan keadaan ini. Melihat kondisi ini, kami yakin siapa zalim pasti mendapat balas.

    Apa yang Anda lakukan bersama komunitas Turki di Jakarta sehubungan dengan kondisi di Turki?
    Kami hanya bisa menunggu. Tapi kami yakin kondisi Turki membaik, meski, misalnya, harus melalui krisis ekonomi lebih dulu. Kami yakin berbagai keburukan pemerintah akan terkuak.

    Anda berhubungan dengan keluarga?
    Kami berkomunikasi lewat Skype. Keluarga baik-baik saja, meski kami tetap waspada. Ayah saya pegawai negeri yang puluhan tahun mengabdi kepada negara, tapi kemudian dipecat pemerintah Erdogan. Ekonomi keluarga kami ditopang bersama-sama dengan sanak saudara.



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.