Joshua Wong, Pemimpin Gerakan Anti-Cina, Ditahan di Thailand  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin aktivis mahasiswa pro-demokrasi Hongkong, Joshua Wong kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan mogok makan, di luar markas pemerintah di Hong Kong, Cina, 2 Desember 2014. REUTERS

    Pemimpin aktivis mahasiswa pro-demokrasi Hongkong, Joshua Wong kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan mogok makan, di luar markas pemerintah di Hong Kong, Cina, 2 Desember 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Beijing - Pemimpin demonstrasi mahasiswa pendukung demokrasi di Hong Kong, Joshua Wong, ditangkap di bandara internasional Bangkok, Thailand, Rabu, 5 Oktober 2016 pagi.

    Informasi penangkapan Joshua Wong oleh aparat Thailand disampaikan partai politik Demosisto. Joshua Wong membantu pendirian partai oposisi Cina ini.

    Joshua Wong tiba di Thailand pada Selasa, 4 Oktober 2016, pukul 11.45 waktu Bangkok. Ia terbang dari Hong Kong menggunakan pesawat Emirates.

    Baca: Merpati Bawa Surat dari Milisi Pakistan ke PM India Dibui  

    Joshua Wong diundang sebagai pembicara di Universitas Chulalongkorn dan Universitas Thammasat pada 6 Oktober 2016 untuk memperingati pembunuhan massal mahasiswa Thailand yang memprotes polisi, militer, dan paramiliter di Bangkok, 40 tahun lalu.   

    Mengutip New York Times, seorang mahasiswa Thailand yang berharap bertemu dengan Joshua Wong memberi tahu Demosisto bahwa Wong telah ditahan di bandara internasional Bangkok.

    Penangkapan Wong berdasarkan surat dari pemerintah Cina kepada aparat Thailand. Wong tidak dapat dihubungi untuk mendapatkan informasi mengenai penangkapannya.

    Baca: Yahoo! Diam-diam Pasok Data E-Mail Pelanggan ke Intelijen Amerika

    "Mengecam keras pemerintah Thailand atas pembatasan kemerdekaan dan hak Wong yang tidak masuk akal dan meminta pembebasan Wong segera," tutur Demosisto dalam pernyataannya.

    Aparat Thailand tidak memberikan tanggapan atas penahanan Wong. Namun, menurut Time, aparat Thailand akan memulangkan Joshua Wong dengan pesawat komersial, Rabu sore ini.

    Baca: Obama Kritik kebijakan Perangi Narkoba, Duterte: Go to Hell

    Wong menjadi sosok terkenal di dunia setelah memimpin demo besar-besaran di Hong Kong yang dikenal sebagai Revolusi Payung tahun 2014. Para demonstran menuntut penerapan demokrasi dalam pemilihan umum di Hong Kong.

    Seusia aksi protes itu, atas permintaan Cina, Wong dilarang berkunjung ke Malaysia. Namun ia disambut di Jepang, Taiwan, dan Amerika Serikat.

    NEW YORK TIMES | TIME | MARIA RITA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.