Yahoo! Diam-diam Pasok Data E-Mail Pelanggan ke Intelijen Amerika  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Yahoo. straitstimes.com

    Kantor Yahoo. straitstimes.com

    TEMPO.CO, California - Perusahaan Internet multinasional yang berkantor di Sunnyvale, California, Amerika Serikat, dengan mesin pencari Yahoo! dituding diam-diam telah memasok informasi yang ada di e-mail pelanggannya kepada badan intelijen Amerika Serikat.  

    Yahoo!, mengutip dari Independent pada 5 Oktober 2016, diam- diam membuat program perangkat lunak untuk mencari informasi yang masuk di e-mail para pelanggannya sesuai dengan permintaan pejabat intelijen Amerika.

    Baca: 500 Juta Akun Pengguna Yahoo! Diretas, Ini Dugaan Pelakunya  

    Yahoo!, yang bekerja sesuai dengan arahan pemerintah Amerika, memindai ratusan juta akun e-mail pelanggannya atas permintaan Badan Keamanan Nasional Amerika (FBI).

    Permintaan agar Yahoo! memindai akun para pelanggannya sesuai dengan permintaan FBI datang dalam bentuk arahan rahasia yang dikirimkan ke tim hukum Yahoo!.

    Menurut para pakar, Yahoo! merupakan perusahaan Internet Amerika yang pertama kali memenuhi permintaan badan mata-mata Amerika. Sejauh ini, belum jelas informasi apa yang dicari para pejabat intelijen Amerika dalam akun pelanggan Yahoo!. Perusahaan itu hanya diminta memindai semacam karakter atau frase yang ada di e-mail atau lampirannya.

    Baca: BI Segera Terapkan Mesin Deposito Uang Koin

    Juga belum dapat dipastikan data apa yang telah diserahkan Yahoo! kepada badan intelijen ini, termasuk apakah para pejabat intelijen ini juga telah melakukan pendekatan ke perusahaan Internet lain.

    Menurut dua mantan anggota staf Yahoo!, keputusan Kepala Eksekutif Yahoo! Marissa Mayer memenuhi arahan badan intelijen Amerika menuai amarah sejumlah koleganya yang menjabat di posisi eksekutif senior. Kepala Keamanan Informasi Yahoo! Alex Stamos akhirnya memilih keluar dari perusahaan itu dan kini menjabat sebagai salah satu petinggi keamanan Facebook.

    "Yahoo! merupakan perusahaan yang tunduk pada hukum dan mematuhi hukum Amerika Serikat," kata Yahoo! dalam pernyataannya.

    Sebelumnya, Yahoo! mengumumkan tentang para peretas yang telah membobol akun e-mail lebih dari 500 ribu pelanggannya.

    INDEPENDENT | MARIA RITA

    Baca juga:
    Keterpilihan Ahok Merosot: Inilah 3 Hal Menarik & Mengejutkan
    Heboh Manifesto Komunis: Polisi Gegabah Sita Buku Malaysia

     


      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.