Duterte Samakan Diri dengan Hitler, Mau Bunuh 3 Juta Pecandu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menjawab sejumlah pertanyaan awak media saat mengunjungi lokasi ledakan bom di kota Davao, Filipina, 2 September 2016. Saat terjadinya serangan bom, Duterte tengah berada di kawasan tersebut. REUTERS

    Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menjawab sejumlah pertanyaan awak media saat mengunjungi lokasi ledakan bom di kota Davao, Filipina, 2 September 2016. Saat terjadinya serangan bom, Duterte tengah berada di kawasan tersebut. REUTERS

    TEMPO.CO, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte kembali membuat pernyataan kontroversial. Dia menyamakan diri dengan Adolf Hitler dan ingin membantai 3 juta pecandu narkoba di Filipina.

    "Hitler membantai 3 juta orang Yahudi. Di Filipina ada 3 juta pecandu narkoba. Dengan senang hati saya mau membantai mereka," kata Duterte seperti dikutip dari Associated Press dalam Tri Valley, Minggu, 2 Oktober 2016.

    Sejarawan menyebut Nazi telah membantai lebih dari 6 juta orang Yahudi.

    Duterte menyatakan tindakan pembantaian pecandu narkoba adalah upaya memerangi perdagangan narkoba di negaranya.

    Di awal kepemimpinannya sebagai presiden, Duterte juga memberi pernyataan bakal menenggelamkan tersangka kejahatan kasus narkoba ke dalam air, lalu membuang mayatnya agar dimakan ikan.

    Ada beberapa cara eksekusi kontroversial yang dijalankan Duterte, termasuk dengan memberi hukuman gantung dan memenggal kepala tersangka kasus narkoba. Target Duterte adalah semua penjahat yang tersangkut kasus narkoba dan obat-obatan terlarang.

    AP | TRI VALLEY | AVIT HIDAYAT

    Baca juga:
    Ingat Skandal Papa Minta Saham?  Nama Novanto Dipulihkan: Aneh Sekali!
    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Kini Ahok Kalah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.