Pusat Perbelanjaan Kuwait Dihantam Rudal Irak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Kuwait:Kota Kuwait dihantam rudal Irak, Sabtu (29/3) pagi, dan melukai dua orang yang sedang melintas di kota itu. Demikian menurut laporan wartawan AFP yang sedang berada di lokasi kejadian. Rudal itu mendarat sekitar pukul 5.45 pagi WIB atau pukul 01.45 waktu Kuwait dan menghantam pusat perbelanjaan paling besar dan populer di daratan Arab, Souk Sharq. "Sebuah rudal Irak menghantam Kuwait, tidak ada korban jiwa," ujar Brigadir Ahmad Al-Rjaib pada sebuah stasiun televisi di Kuwait. Dia memperingatkan para warga untuk berhati-hati pada rezim di Irak, karena mereka (Irak) tidak segan-segan menghancurkan Kuwait. Salah seorang pejabat rumah sakit mengatakan pada kantor berita KUNA, dua orang-- seorang warga Kuwait dan lainnya warga Mesir-- yang terluka saat kaejadian tengah melintas saat ledakan terjadi. "Tanah bergetar seperti terjadi gempa. Saya menghubungi nomor darurat 777 dan sedetik kemudian saya menyaksikan sebuah api yangs angat besar," ujar saksi mata Faisal Al-Sallal kepada AFP. Sallal sedang lari pagi saat kejadian berlangsung. Ia menggambarkan sebuah bentuk oval berwarna hijau dengan banyak sirip. Ia mengatakan, di pecahan rudal yang masih tersisa tertulis huruf dalam bahasa Arab dan Inggris. Pecahan rudal berserakan di aman-mana di sepanjang pusat perbelanjaan. Kaca-kaca pintu dan jendela berserakan. Selain itu, terdapat lubang yang ditinggalkan oleh ledakan sedalam 30 meter sepanjang trotoar di luar pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan itu terletak di seberang pasar ikan dan terletak beberapa ratus meter dari kediaman menteri luar negeri. Di sebelahnya adalah kedutaan besar Inggris dan pusat perkantoran, termasuk Bank Sentral dan bursa efek. Tanda peringatan rudal di Irak sebelumnya tidak menyala sehingga tidak memperingatkan para warga Kuwait. "Pasti itu rudal jarak pendek, makanya tidak terdeteksi oleh sistem pertahanan udara. Mungkin itu diluncurkan dari laut," terang seorang pejabat kementerian lainnya. Di tengah kepanikan di tempat kejadian, polisi berjuang menahan ratusan penduduk dan wartawan yang ingin memasuki tempat kejadian karena saat itu tidak ada satupun dari mereka yang menggunakan masker gas. Untuk meneliti lebih jauh, ahli senjata nuklir, biologi dan kimia dari Republik Ceko datang ke tempat kejadian satu jam kemudian. Sekelompok pemuda Kuwait, yang berkumpul dis ekitar tempat tersebut, berseru, "Saddam harimu sudah dekat. KIta harus bersikap, kita tidak bisa netral atas perang ini. Kita musti melawan dengan segala kekuatan," ujar Saud AL-Hamdan (25). Sementara itu, Jumat (28/3) kemarin, pasukan Amerika Serikat mengatakan pesawat tempur jet FA-18 menembak tiga peluncur rudal Al Samoud dari udara di selatan Basra. "Serangan itu telah diperhitungkan dengan cermat dengan perhitungan untuk melumpuhkan kemampuan serang Irak terhadap pasukan koalisi, rakyat Irak dan negara-negara tetangganya," ujarnya.(AFP/Yophiandi)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.