Mitos tentang Black Moon dan Kiamat Besok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bulan purnama terbit di belakang Glastonbury Tor saat orang berkumpul untuk merayakan titik balik matahari musim panas di Somerset, Inggris, 20 Juni 2016. Bulan yang dijuluki Strawberry Moon ini terakhir terjadi pada titik balik matahari pada tanggal 22 Juni 1967. Matt Cardy/Getty Images

    Bulan purnama terbit di belakang Glastonbury Tor saat orang berkumpul untuk merayakan titik balik matahari musim panas di Somerset, Inggris, 20 Juni 2016. Bulan yang dijuluki Strawberry Moon ini terakhir terjadi pada titik balik matahari pada tanggal 22 Juni 1967. Matt Cardy/Getty Images

    TEMPO.CONew York - Masyarakat dunia diramaikan rumor tentang akhir zaman oleh beberapa pencinta teori konspirasi sehubungan fenomena Black Moon atau Bulan Hitam yang akan terjadi besok malam. 

    Para penganut teori konspirasi akhir zaman, terutama yang beragama Kristen, kemudian mengaitkan fenomena alam tersebut dengan ajaran dalam kitab suci. Namun para ilmuwan menyebutkan tidak ada hubungan antara kiamat dan munculnya Black Moon.  

    Bulan Hitam merupakan sebuah peristiwa astronomi langka yang hanya terjadi setiap 32 bulan sekali. Fenomena tersebut merupakan nama dari bulan baru kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender dan merupakan kebalikan dari fenomena Blue Moon, yakni bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender.

    Baca: Black Moon Muncul Jumat Lusa, Dunia Kiamat? 

    Nama Black Moon sendiri diberikan karena saat itu langit akan menjadi gelap dan bulan tidak tampak oleh mata telanjang. Hal tersebut terjadi karena sisi bulan yang diterangi sinar matahari menjauh dari bumi. Dengan demikian, sisi yang terlihat dari bumi seluruhnya berada dalam bayangan sehingga akan diselimuti kegelapan.

    Black Moon akan berlangsung pada Jumat, 30 September, pukul 20.11 bagi mereka yang berada di belahan bumi barat, yakni Amerika Utara dan Selatan. Bagi mereka di belahan bumi timur (Eropa, Afrika, Asia, dan Australasia), Bulan Hitam akan tiba bertepatan dengan Halloween pada 30 Oktober, atau 31 Oktober untuk wilayah timur yang lebih jauh. 

    Fenomena Black Moon terakhir terjadi pada Maret 2014 dan baru terjadi lagi di belahan bumi barat pada Juli 2019.

    Baca: Hitungan Ilmiah, Ilmuwan: Kiamat Akbar 22 Miliar Tahun Lagi

    Sebelumnya, di media sosial marak beredar mengenai pesan terkait dengan akhir zaman yang muncul karena fenomena Black Moon. Beberapa di antaranya mengatakan, pada hari itu, Yesus Kristus akan datang kembali ke bumi dan mengadili semua umat manusia.

    Selain itu, fenomena tersebut dikaitkan dengan apa yang tertulis di dalam Injil Lukas, yang berbunyi: "Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan guncang."

    Selain umat Kristen, penganut ajaran Yahudi juga telah menghubungkan fenomena itu dengan festival The Feast of Trumpets yang bertujuan untuk mengusir roh jahat yang akan membunuh semua manusia. 

    Baca: Surat Lia Eden ke Obama: Kiamat Terjadi Tahun 2057

    Yang lain menghubungkan fenomena itu dengan salah satu dewi dalam mitologi Yunani, Hecate, Ratu Neraka yang juga merangkap sebagai dewi bulan, sihir, dan hantu. "Dia datang ke bumi setiap 200 tahun untuk mencari orang yang tidak bersalah dari keluarga baik-baik yang akan melahirkan seorang bayi. Lalu dia akan memberikan mantranya," kata seorang netizen dalam video yang diunggah ke YouTube.

    Bayi yang telah berubah menjadi setan oleh mantra Hecate ini kemudian akan melampiaskan malapetaka di planet ini.  

    THE SUN | IFL SCINCE | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.