Amerika Dinilai Bakal Kerepotan Dalam Perang Gerilya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Hanoi:Beberapa veteran tentara Vietnam, yang ikut dalam perang Vietnam, memperingatkan Amerika Serikat bahwa perang gerilya di Irak akan makan waktu lebih lama dan memakan korban lebih banyak dari yang diperkirakan. Para veteran perang itu mengatakan, persenjataan ultra modern yang dimiliki Amerika dan Inggris akan tidak efektif melawan determinasi pasukan Irak yang mengetahui medan lebih baik dan tidak kaku menerapkan strategi. "Amerika tidak mempersiapkan pasukannya lebih baik dalam menghadapi perang ini," kata Jenderal Lee Ngok Hien, mantan Wakil Komandan Angkatan Perang Vietnam Utara, kepada surat kabar Gia dinh va Xa hoi di Hanoi, Jumat (28/3). Strategi Amerika menyerang langsung kota-kota besar juga dipertanyakan Lee. "Tentara Irak tetap melakukan perlawanan gerilya, walaupun diklaim pihak Amerika telah diduduki. Ini akan memusingkan tentara koalisi, kata jendaral yang pernah pula ikut perang di Kamboja. Hien mempertanyakan pernyataan Amerika bahwa perang akan berlangsung singkat. Menurut dia, walaupun pihak koalisi sudah menguasai Bagdad sekalipun, mereka akan pusing menghadapi perlawanan gerilya Irak. Perang ini tidak akan berlangsung singkat, ujarnya lagi. Kemenangan Vietnam Utara atas superioritas Amerika pada tahun 1975 telah membuat populer perang gerilya di sebuah negara yang penuh hutan dan bukit yang sulit didaki. Hampir 60.000 pasukan Amerika tewas di perang itu. Hien mengusulkan untuk membuat semacam tes bagi pasukan Irak. "Di Vietnam dulu, kami jatuhkan beberapa pembom B-52. Apakah pasukan Irak mampu melakukan itu, tergantung dari taktik dan kemampuan perang mereka," katanya menantang. Jenderal Nguyen Dinh Uoc, ahli sejarah untuk pertahanan militer mengatakan hal yang sama dengan Lee. "Dengan bantuan para penduduk lokal dan perang gerilya, tentara Irak akan mampu menerapkan pengetahuannya yang lebih baik tentang medan tempur dibanding pasukan Amerika,"katanya. (AFP/Yophiandi Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.