Wartawan Aljazeera Naik Pitam dalam Debat Clinton vs Trump

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hillary Clinton VS Donald Trump    REUTERS/Charles Mostoller/Jonathan Ernst

    Hillary Clinton VS Donald Trump REUTERS/Charles Mostoller/Jonathan Ernst

    TEMPO.CO, New York - Debat panas calon Presiden Amerika Serikat tak hanya terjadi antara Donald Trump dan Hillary Clinton. Di belakang panggung, dalam acara debat capres di kampus Hofstra, New York, Senin, 26 September 2016, wartawan pun ikut terbawa emosi hingga ramai diperbincangkan di media sosial.

    Wartawan wanita dari Aljazeera English, Kimberly Halkett, marah besar setelah tubuhnya terus didorong oleh wartawan lain saat mengejar narasumber untuk diwawancarai saat debat capres. Aksi saling dorong membuat Halkett naik darah.

    Halkett berbalik dan menatap marah ke wartawan lain yang mendorongnya seraya mengeluarkan kata tak pantas, “Terima kasih banyak, Jalang!”

    Ia merasa wartawan itu mendorongnya agar lebih dulu melakukan wawancara. Saat itu, Halkett mengejar Mark Cuban untuk diwawancarai. Cuban merupakan miliarder pemilik tim basket Dallas Mavericks dan pendukung Hillary Clinton.

    Ucapan Halkett ternyata tertangkap kamera, seperti dikutip Mirror, 27 September 2016, dan diunggah ke media sosial. Sejumlah netizen merespons ucapan Halkett. "Saya sungguh ingin nongkrong dengan wanita ‘terima kasih banyak, jalang’ itu," cuit seorang pemilik akun Twitter bernama Mike.

    Matt Stopera, pemilik akun Twitter lainnya, memberikan tanggapan. "Terima kasih banyak, Jalang untuk Presiden."

    Menanggapi komentar para netizen, Halkett tidak memberikan tanggapan di akun Twitter-nya. Ia hanya menulis status di akun Twitter-nya saat debat berlangsung: Antisipasi untuk memulai debat presiden sangat berarti."

    Gara-gara amarahnya itu, Halkett pun kehilangan kesempatan untuk mewawancarai Cuban.

    MIRROR | YON DEMA


    Baca:
    Debat Capres AS, Trump Tuding Clinton Picu Munculnya ISIS
    Trump Janjikan Yerusalem Jadi Ibukota Israel

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.