Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Obama Tolak Draf UU Gugat Arab Saudi di Tragedi Nine Eleven

image-gnews
Layar bergambar foto-foto korban tragedi 11 September 2001, dipamerkan di 9/11 Memorial Museum, di New York, Amerika Serikat. AP/Mark Lennihan
Layar bergambar foto-foto korban tragedi 11 September 2001, dipamerkan di 9/11 Memorial Museum, di New York, Amerika Serikat. AP/Mark Lennihan
Iklan

TEMPO.COWashington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama memveto draf undang-undang yang membolehkan keluarga korban tragedi 11 September 2001 (Nine Eleven) menggugat Arab Saudi.

Sikap Obama yang menolak draf undang-undang untuk menggugat Arab Saudi dalam tragedi Nine Eleven berlawanan dengan Kongres, bahkan dengan dua kandidat Presiden AS, Hillary Clinton dan Donald Trump.

Dalam penjelasan tertulisnya, Obama terlebih dulu menyampaikan rasa simpatinya kepada para korban dan keluarga serangan teroris Nine Eleven. Obama kemudian mengatakan draf legislatif ini akan melukai kepentingan keamanan nasional AS secara serius dan membahayakan sekutu-sekutu penting AS.

"Draf undang-undang ini tidak akan melindungi warga Amerika dari serangan teroris, juga tidak akan meningkatkan efektivitas respons kita ke serangan seperti ini," kata Obama seperti dikutip dari CNN, 23 September 2016.

Obama mengingatkan, draf undang-undang ini akan mencederai efektivitas aksi pemerintah dalam menentang terorisme dengan mempertanyakan keterlibatan negara-negara asing dalam terorisme di luar keamanan nasional dan para profesional di bidang kebijakan publik. Dan kemudian menempatkan negara-negara asing itu di tangan pengacara swasta dan pengadilan.

Selain itu, Obama melanjutkan, akan terjadi gerakan di luar negeri, khususnya yang bertugas di militer untuk dituntut oleh negara-negara luar. Ini akan terjadi sejak perjanjian timbal balik dicabut yang saat ini perjanjian itu melindungi kedua belah pihak dari gugatan seperti ini.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Draf undang-undang yang membolehkan keluarga korban menggugat Arab Saudi dalam tragedi 11 September 2001, menurut Obama, mengancam kerja sama negara-negara sekutu dalam isu utama di bidang keamanan nasional, termasuk inisiatif melawan terorisme. "Dalam situasi genting saat ini, kita sedang mencoba membangun koalisi, bukan menciptakan perpecahan," ujar Obama.

Hillary Clinton, kandidat Presiden AS dari partai Demokrat, melalui juru bicaranya, Jesse Lehrich, mengatakan akan terus mendukung rekan kerjanya di Kongres guna membantu keluarga dan korban lainnya dalam peristiwa Nine Eleven untuk menuntut pertanggungjawaban. "Dia akan meneken draf undang-undang itu jika dia duduk di kursinya," kata Lehrich.

Donald Trump, kandidat presiden dari Partai Republik, mengecam veto Obama yang disebutnya memalukan. Trump menegaskan, jika dirinya menjadi presiden, dia akan menandatangani legislasi yang bermaksud menghukum Arab Saudi, salah satu sekutu terkuat AS.

Adapun senator John Cornyn dari Texas mengatakan ia menunggu peluang untuk Kongres mengesampingkan veto Presiden Obama, sehingga legislasi ini akan memberi kesempatan bagi keluarga korban mendapatkan keadilan yang sepantasnya. Legislasi ini juga, ujar Cornyn, sebagai pesan bahwa tidak ada toleransi kepada mereka yang mendanai aksi terorisme di Amerika Serikat.

CNN | MARIA RITA

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

7 Februari 2021

Seorang wanita meniup kantong plastik saat mengambil sampel udaranya untuk tes Covid-19 menggunakan GeNose C19 di sebuah stasiun kereta di Jakarta, Rabu, 3 Februari 2021. Alat buatan Indonesia ini mulai digunakan untuk screening penumpang kereta jarak jauh. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana
Indonesia Sumbang 1,09 Persen Kasus Covid-19 Dunia

Indonesia saat ini menempati urutan ke-19 kasus sebaran Covid-19 dari 192 negara.


Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

6 Februari 2021

Bupati terpilih Sabu Raijua, NTT, Orient P Riwu Kore menjadi perbincangan setelah disebut-sebut sebagai warga negara Amerika Serikat. Orient mengakui sempat memiliki paspor AS, namun tidak lantas mengubah status kewarganegaraannya. Facebook.com
Orient Riwu Kore Mengaku Ikut Pilkada Sabu Raijua karena Amanat Orang Tua

Bupati Sabu Raijua terpilih, Orient Riwu Kore, mengungkapkan alasannya mengikuti pemilihan kepala daerah 2020


Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

4 Februari 2021

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat mengikuti pertemuan dengan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Istana di Singapura, 11 Juni 2018. REUTERS/Jonathan Ernst
Tidak Lagi Jadi Presiden, Pemakzulan Donald Trump Tak Cukup Kuat

Tim pengacara Donald Trump berkeras Senat tak cukup kuat punya otoritas untuk memakzulkan Trump karena dia sudah meninggalkan jabatan itu.


Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

3 Februari 2021

Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Diminta Tak Teken Release And Discharge

Pengacara keluarga korban Lion Air JT 610 meminta ahli waris korban Sriwijaya Air SJ 182 tidak meneken dokumen release and discharge atau R&D.


Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

3 Februari 2021

Ilustrasi microchip semikonduktor. [REUTERS/Kim Kyung-Hoon]
Krisis Semikonduktor, Senator Amerika Desak Gedung Putih Turun Tangan

Pada 2019 grup otomotif menyumbang sekitar sepersepuluh dari pasar semikonduktor senilai 429 miliar dolar Amerika Serikat.


Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

30 Januari 2021

Sekitar ratusan ribu warga Amerika Serikat turun ke jalan pada Sabtu, 30 Juni 2018, menuntut pemerintahan Presiden Donald Trump mengizinkan imigran masuk dan mempertemukan anak imigran dengan orang tua mereka. Reuters
Amerika Serikat Longgarkan Aturan soal Imigran Suriah

Imigran dari Suriah mendapat kelonggaran aturan sehingga mereka bisa tinggal di Amerika Serikat dengan aman sampai September 2022.


Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

30 Januari 2021

Gas air mata dilepaskan di antara pengunjuk rasa saat bentrokan dengan polisi di Gedung Capitol pada rapat pengesahan hasil pemilihan presiden 2020 oleh Kongres AS di Gedung Capitol AS di Washington, 6 Januari 2021. Sekitar 350 pasukan Garda Nasional D.C. dikerahkan untuk mengantisipasi kerusuhan yang diperkirakan akan terjadi. REUTERS/Shannon Stapleton
Tutorial Membuat Bom Ditemukan di Rumah Pelaku Kerusuhan US Capitol

Tutorial pembuatan bom ditemukan di rumah anggota kelompok ekstremis Proud Boys, Dominic Pezzola, yang didakwa terlibat dalam kerusuhan US Capitol


Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

29 Januari 2021

Wartawan asal Amerika Serikat, Daniel Pearl, yang tewas dipenggal pada 2002. Sumber: The Times of Israel
Amerika Serikat Kecam Pembebasan Pembunuh Jurnalis Oleh Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat mengecam pembebasan pembunuh jurnalis Wall Street, Journal Daniel Pearl, oleh Mahkamah Agung Pakistan.


Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

29 Januari 2021

Dokter umum Luisa Vera bereaksi setelah menerima vaksin virus corona (Covid-19) buatan Pfizer-BioNTech di Universitas Kesehatan Indiana, Rumah Sakit Methodist di Indianapolis, Indiana, Amerika Serikat, Rabu, 16 Desember 2020. Kredit: ANTARA FOTO/REUTERS/Bryan Woolsto/HP/djo/am.
Amerika Serikat Izinkan Pensiunan Dokter Lakukan Vaksinasi Covid-19

Pemerintah Amerika Serikat kini mengizinkan dokter dan perawat yang sudah pensiun untuk memberikan suntikan vaksin Covid-19


Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

27 Januari 2021

Silinder berisi uranium di fasilitas nuklir Fordow, Iran.[IRNA]
Jenderal Israel Minta Joe Biden Tidak Bawa AS Kembali Ke Perjanjian Nuklir Iran

Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Letnan Jenderal Aviv Kochavi mengatakan hal yang salah jika AS kembali ke perjanjian nuklir Iran