Setelah 6 Hari Diinvasi, Bagdad Tetap Bertahan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Walapun pasukan koalisi telah menggempur Irak selama enam hari, namun ibukota Baghdad masih tetap belum dapat dikuasai. Pentagon pada Rabu (26/3) menyatakan, pasukan AS telah menembakkan 600 rudal penjelajah Tomahawk dan lebih dari 4.300 bom dengan sistem penuntun sasaran. Pentagon juga menyebutkan, lebih dari 250 ribu pasukan AS telah diturunkan bersama 40 ribu pasukan koalisi, sebagian besar tentara Inggris dan sisanya Australia, guna mendukung operasi militer tersebut. Pasukan darat kami telah merangsek bagian utara menuju Baghdad dan Al-Kut, ujar Mayor Jenderal Stanley McChrystal, Wakil Direktur Operasi Bersama. McChrystal menjelaskan, pasukan koalisi telah memasuki wilayah Irak sejauh 355 kilometer dalam waktu enam hari dengan hadangan cuaca yang sulit. Sejak 20 Maret lalu, sebanyak 600 rudal penjelajah Tomahawk dan 4.300 bom dengan sistem penuntun sasaran telah ditembakkan. Selain itu, pesawat tempur pasukan koalisi telah melakukan hampir 700 kali aksi pengeboman. Juru Bicara Utama Pentagon Victoria Clarke mengatakan, 24 anggota pasukan AS tewas sejak agresi militer AS dilakukan. Sementara 19 orang lainnya mengalami luka-luka. Lebih lanjut Clarke mengungkapkan, Washington telah menghibahkan dana sebesar US$ 100 juta kepada sejumlah organisasi bantuan internasional. Selain itu, AS juga sedang mempersiapkan bantuan pangan langsung senilai IS$ 300 juta bagi warga Irak. Ribuan anggota pasukan koalisi lainnya bersiap untuk berangkap ke kawasan Teluk untuk bergabung bersama 290 ribu pasukan yang telah ada di sana terlebih dahulu. Pasukan tambahan ini termasuk 12 ribu personil dari Divisi Infanteru ke-4 yang telah meninggalkan markas mereka di texas, Kamis (27/3). McChrystal tidak memberikan konfirmasi atas informasi yang diterima jaringan CNN bahwa seribu kendaraan Garda Republik telah berangkat menuju An-Najaf, wilayah sebelah selatan Irak. Najaf yang terletak 150 kilometer dari Baghdad merupakan lokasi pertempuran antara anggota Divisi Infanteri ke-3 dan pasukan non-reguler. Dalam pertempuran tersebut, lanjut McChrystal, ratusan personil musuh tewas dan 30 unit kendaraan lapis baja berhasil dihancurkan. Sumber AS lainnya di kawasan Timur Tengah menyebutkan, seribu tentara Irak telah tewas. Faisal --- TNR

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?