Paus Fransiskus: Beritakan Gosip Merupakan Bentuk Terorisme

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Paus Fransiskus menyapa sejumlah jamaah saat Kanonisasi bunda Teresa di St. Peter, Vatican, 4 September 2016. Penobatan Teresa menjadi orang suci ini dihadiri lebih dari 100.000 umat Katolik sedunia. (Angelo Carconi/ANSA via AP)

    Paus Fransiskus menyapa sejumlah jamaah saat Kanonisasi bunda Teresa di St. Peter, Vatican, 4 September 2016. Penobatan Teresa menjadi orang suci ini dihadiri lebih dari 100.000 umat Katolik sedunia. (Angelo Carconi/ANSA via AP)

    TEMPO.COVatikan - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, menegaskan bahwa pemberitaan berdasarkan gosip atau rumor merupakan bentuk terorisme.  Paus mengatakan hal itu kepada pemimpin serikat pekerja nasional Italia, seperti dikutip dari Reuters, 22 September 2016. 

    "Menyebarkan rumor merupakan satu contoh terorisme, mengenai bagaimana Anda dapat membunuh seseorang dengan lidahmu," ucapnya. 

    Menurut Paus, bagi jurnalis yang bekerja dengan benar, suara mereka dapat menggapai setiap orang dan media merupakan senjata yang sangat berkuasa. 

    Lebih lanjut Paus menegaskan, media menghancurkan manusia dengan memberikan stereotip dan memicu rasa takut mengenai para imigran dan pengungsi. 

    Menurut Paus, jurnalisme seharusnya tidak digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan manusia dan bahkan seluruh manusia. 

    Pernyataan Paus ini sepertinya ditujukan untuk mengingatkan sejumlah surat kabar di Italia yang sangat dipolitisasi dan secara terus-menerus digunakan untuk mendiskreditkan mereka yang berbeda pandangan politik. Bahkan media yang dipolitisasi ini membuat berita yang substansinya bersifat rumor tentang kehidupan pribadi mereka.

    Pada 2009, sejumlah media dimiliki keluarga Perdana Menteri Silvio Berlusconi. Berita-berita yang dimuat berisi insinuasi mengenai apa yang dia pakai, termasuk warna kaus kaki yang dipakainya, bahkan cara dia berjalan di taman. 

    Tahun lalu, surat kabar sayap kanan, Libero, memuat berita di halaman depan mengenai serangan di Paris, Prancis, yang menewaskan 130 orang. Judul berita Libero itu: “Islamic Bastards”.

    Surat kabar sayap kanan lain, Il Giornale, membuat berita halaman depan setahun lalu mengenai situasi chaos di Libya dan risiko milisi dengan berbaju imigran masuk ke Italia. Judulnya, “ISIS datang. Mari kita persenjatai diri kita”.

    REUTERS | MARIA RITA

    Baca:
    500 Juta Akun Pengguna Yahoo! Diretas, Ini Dugaan Pelakunya
    Presiden Duterte Undang PBB Selidiki Pembunuhan di Filipina


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?