Presiden Duterte Undang PBB Selidiki Pembunuhan di Filipina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretarus Jenderal PBB Ban Ki-moon. AP/Martin Mejia

    Sekretarus Jenderal PBB Ban Ki-moon. AP/Martin Mejia

    TEMPO.COManila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte mengundang Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, pelapor khusus PBB  dan pengacaranya, termasuk perwakilan Uni Eropa, ke Filipina untuk menanyainya tentang tudingan pembunuhan semena-mena dalam kebijakannya memberangus kejahatan.

    Presiden Duterte memastikan akan melayangkan undangan kepada Ban Ki-moon dan lainnya itu asalkan dia juga boleh menginterogasi mereka. 

    "Datang, saya akan buatkan undangan, namun berlakulah sebagai manusia berpendidikan, karena Anda akan menjawab pertanyaan saya juga," kata Presiden Duterte, seperti dikutip dari Interaksyon, Kamis, 22 September 2016.

    Presiden Duterte sempat melontarkan kata “iblis” saat hendak menyebut nama Ban Ki-moon. "Saya akan mengundang orang PBB, Ban Ki… siapa nama iblis itu? Ban Ki-moon," ujarnya saat meresmikan pembangkit listrik baru di Filipina, seperti dikutip dari usnews.com

    Menurut Presiden Duterte, Ban Ki-moon, Uni Eropa, pelapor khusus, dan pengacaranya diundang untuk melakukan investigasi tentang tudingan pembunuhan semena-mena di Filipina selama pemerintahan Duterte. 

    Presiden Duterte, yang juga mengundang Uni Eropa, mengatakan, sekalipun Filipina bukan anggota Uni Eropa, kritik terhadapnya telah dilontarkan oleh Uni Eropa. "Saya akan undang Uni Eropa."

    Sebelumnya, Presiden Duterte menginstruksikan pasukan keamanan mematuhi prosedur penangkapan, dengan cara mengatasi pembangkangan tersangka untuk dibawa ke rumah tahanan dan kemudian dibawa ke kantor polisi. 

    Presiden Duterte mengingatkan pasukannya tidak membuat risiko yang menghilangkan nyawa tersangka, melainkan membunuh tersangka jika mereka terancam. Presiden Duterte menegaskan, dia mendukung tugas pasukannya memberantas para penjahat.

    Sekitar 3.000 orang telah dibunuh sejak Presiden Duterte mendeklarasikan perang melawan kejahatan narkoba. Duterte telah memperpanjang masa operasi pemberantasan kejahatan narkoba menjadi enam bulan. Jika gagal, ia meminta rakyat membunuhnya.

    INTERAKSYON | USNEWS.COM | MARIA RITA

    Baca:
    500 Juta Akun Pengguna Yahoo! Diretas, Ini Dugaan Pelakunya
    Senator Pengkritik Presiden Duterte Disuap Pengedar Narkoba?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.