Kapal Pengangkut Pengungsi Terbalik, 43 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para migran dari Eritrea terjun ke laut dari kapal yang penuh penumpang di perairan Mediteranian, sekitar 13 mil di utara Sabratha, Libya, pada 29 Agustus 2016. Ribuan pengungsi yang menaik 20 perahu lebih diselamatkan oleh anggota LSM. AP/Emilio Morenatti

    Para migran dari Eritrea terjun ke laut dari kapal yang penuh penumpang di perairan Mediteranian, sekitar 13 mil di utara Sabratha, Libya, pada 29 Agustus 2016. Ribuan pengungsi yang menaik 20 perahu lebih diselamatkan oleh anggota LSM. AP/Emilio Morenatti

    TEMPO.CO, Kairo - Sedikitnya 43 orang tewas dan 154 orang lainnya bisa diselamatkan setelah sebuah kapal motor yang membawa ratusan pengungsi terbalik di pantai Mesir.

    Kantor berita MENA dalam laporannya pada Rabu, 21 September 2016, mengatakan kapal yang diyakini membawa sekitar 600 pengungsi itu terbalik di Pantai Kafr al-Sheikh, sekitar 140 kilometer sebelah utara Kairo.

    Beberapa pejabat Mesir menjelaskan, 31 mayat penumpang kapal telah ditemukan, terdiri atas 20 pria, 10 perempuan, dan seorang anak. Koresponden kantor berita Reuters melihat sebuah kapal nelayan membawa lebih dari 12 mayat, sehingga total korban tewas mencapai 43 orang.

    Menurut laporan Aljazeera, Kamis, 22 September 2016, mengutip keterangan pejabat setempat, sedikitnya 154 orang telah diselamatkan petugas keamanan, proses pencarian korban masih berlangsung.

    "Informasi sementara menunjukkan, kapal tersebut tenggelam di laut karena membawa penumpang melebih kapasitas. Kapal dan para imigran itu tenggelam di perairan," kata seorang pejabat keamanan yang tak bersedia disebutkan namanya kepada Reuters.

    Kapal tersebut, ujar petugas keamanan kepada Reuters, membawa penumpang asal Mesir, Suriah, dan dari beberapa negara di Afrika lainnya.

    Mohamed Nasrawy, seorang nelayan Mesir, mengatakan dia mengenal tujuh penumpang kapal tenggelam tersebut, dua di antaranya saat ini masih belum ditemukan. "Malam ini banyak warga masyarakat turut membantu petugas mencari korban kapal," ujarnya kepada Reuters.

    ALJAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.