Bom New York, Trump Serukan Tolak Pengungsi Timur Tengah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump mengacungkan ibu jari saat berkampanye di Gallogly Events Center, Universitas Colorado, Colorado, 29 Juli 2016. AP/Evan Vucci

    Donald Trump mengacungkan ibu jari saat berkampanye di Gallogly Events Center, Universitas Colorado, Colorado, 29 Juli 2016. AP/Evan Vucci

    TEMPO.COJakarta - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, berbicara tentang isu terorisme seusai peristiwa serangan bom di New York dan New Jersey, beberapa hari lalu. Pidato Trump itu disampaikan di wilayah North Carolina.

    Trump berujar keamanan di perbatasan harus ditingkatkan, termasuk ketegasan menolak pengungsi dari negara-negara perang di Timur Tengah. "Kita tidak pernah tahu siapa mereka sebenarnya, keamanan imigrasi adalah keamanan nasional," ujar Trump di High Point University, seperti dilansir dari ABC News, Rabu, 21 September 2016.

    Baca: Mantan Presiden dari Partai Republik Mengaku Pilih Hillary

    Bahkan, sebelumnya, Trump pernah menyerukan dia secara khusus melarang masyarakat muslim yang ingin masuk ke Amerika. Sebab, dia berfokus pada imigrasi dari negara-negara dengan sejarah terorisme. 

    Lawan Trump dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, mengatakan sikap antimuslim yang ditunjukkan Trump justru memperburuk hubungan dan memicu konflik antara Islam dan negara Barat. “Mereka merekrut banyak pejuang untuk menimbulkan konflik agama."

    Trump memilih tak menanggapi serius kritik Hillary kepadanya. Dia mengingatkan Hillary untuk menyiapkan diri menjelang babak debat kandidat Presiden Amerika. "Hillary membutuhkan istirahat cukup, selamat tidur, Hillary," ujar Trump di akun Twitter-nya.

    USA TODAY | GHOIDA RAHMAH

    Baca Juga
    Bela Ahok, Ruhut Sitompul: Ocehan Amien Rais Bak Cucok Rowo
    Pilkada DKI: 4 Pertimbangan PDIP Pilih Ahok-Djarot



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.