Bekerja di Pulau Kecil di Kanada Dapat Tanah, Anda Berminat?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pulau Cape Breton di Kanada. Flickr/Dennis Jarvis

    Pulau Cape Breton di Kanada. Flickr/Dennis Jarvis

    TEMPO.CO, Cape Breton Island - Pemilik perusahaan Farmer's Daughter Country Market di pulau kecil Cape Breton di Kanada kaget atas respons dari iklan tawaran pekerjaan yang dimuat di halaman akun Facebook-nya. Lebih dari 3.500 orang melamar pekerjaan yang diiklankan. Iklan yang dimuat Farmer's Daughter Country Market ternyata menarik minat pencari kerja.

    "Kami tidak bisa memberikan Anda ‘uang banyak’ tapi kami dapat memberikan Anda kehidupan yang luar biasa. Kami saat ini mencari orang yang memiliki kesadaran pada lingkungan, ingin menjadi bagian dari komunitas dan akan melihat bisnis kami tidak mempekerjakan Anda untuk kami saja, tapi kita akan bekerja bersama-sama guna menciptakan sesuatu yang membanggakan," bunyi iklan perusahaan yang terletak di Desa Whycocomagh, Pulau Cape Breton, Provinsi Nova Scotia.

    Setiap pemohon yang lolos seleksi dan bersedia bekerja lebih dari lima tahun, selain mendapat pekerjaan, dijanjikan mendapat dua acre tanah (1 acre: 0,4 hektare).  

    "Kami mendirikan bisnis di jantung Cape Breton, banyak pekerjaan, lahan, dan potensi, tapi tak ada orang," ujar pemilik perusahaan itu dalam iklannya seperti dikutip dari Independent, 19 September 2016.

    Sebenarnya iklan seperti ini bukan yang pertama dibuat oleh warga Cape Breton. Pulau yang dihuni sekitar 135 ribu itu orang pernah menawarkan orang-orang untuk tinggal di pulau itu.  Pada Februari lalu misalnya, kepala badan turis Pulau Cape Breton, Mary Tulle, mengundang warga Amerika Serikat yang tidak mendukung kandidat presiden dari Partai Republik, Donad Trump, untuk tinggal di pulau itu.
     
    "Jangan tunggu hingga Donald Trump dipilih jadi presiden untuk mencari tempat untuk hidup. Mulailah kehidupan baru Anda di Cape Breton, tempat wanita boleh aborsi, umat muslim bebas bergerak, dan rumah-rumah yang sangat terjangkau," ujar Tulle di situs resmi badan turis Cape Breton. Bagaimana dengan Anda, berminat?

    INDEPENDENT | MARIA RITA

    Baca:
    Pakistan, Tercepat Pertambahan Senjata Nuklirnya di Dunia
    Isu HAM Papua ke PBB, Benny Giay: Saatnya Indonesia Refleksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.