Presiden Duterte: Gagal Berangus Korupsi 6 Bulan, Bunuh Saya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rodrigo Duterte. REUTERS

    Rodrigo Duterte. REUTERS

    TEMPO.CO, Mindanao - Presiden Filipina Rodrigo Duterte di hadapan warga Mindanao meminta dia dibunuh jika gagal membasmi kejahatan dan korupsi dalam enam bulan pertama pemerintahannya.

    Presiden Duterte menegaskan bahwa memberangus kejahatan dan korupsi dalam enam bulan pertama pemerintahannya merupakan kontribusi terbesarnya kepada negara.

    "Jika saya sukses (memberangus kejahatan dan korupsi), mungkin ini kontribusi terbesar saya kepada negara, tapi jika saya gagal, bunuh saya," kata Presiden Duterte dalam pernyataan kepada warga Mindanao, Minggu, 18 September 2016, dikutip dari Inquirer.

    Sehari setelah disumpah sebagai Presiden Filipina, 1 Juli 2016, Duterte memenuhi janji kampanye memberangus kejahatan narkoba dan korupsi. Dalam dua bulan kebijakannya memberangus narkoba, sekitar 4.000 orang tewas.

    Operasi perang terhadap narkoba membuat Presiden Duterte menjadi sorotan dunia internasional. Namun, Presiden Duterte tidak peduli dengan kritikan dunia internasional yang menuding dia melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

    Bahkan Presiden Duterte mengeluarkan ancaman dan makian kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama sebelum terbang ke Laos untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN.

    "Saya seorang presiden sebuah negara yang berdaulat, Anda harus menghormati. Jangan hanya membuat pertanyaan dan pernyataan. Anak pelacur, aku akan mengutuk Anda di forum itu," kata Duterte pada konferensi pers tak lama sebelum terbang ke Laos untuk menghadiri KTT ASEAN, Senin, 5 September 2016.

    Duterte mengancam akan mengangkat isu pelanggaran HAM yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat jika kebijakannya dipertanyakan di forum itu. Makian Presiden Duterte menyebabkan hubungannya terganggu dengan Presiden Obama.
     
    INQUIRER | PHIL STAR | MARIA RITA

    Baca:
    Kode Suap Saipul Jamil, dari Sampah hingga Terminal
    3 Hakim Sidang Kasus Jessica Dilaporkan ke Komisi Yudisia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.