Universitas New Jersey Larang Penggunaan Note 7 di Kampus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah mobil terbakar setelah diketahui pengendara mobil tersebut mengisi baterai ponselnya, Samsung Galaxy Note 7. kutv.com

    Sebuah mobil terbakar setelah diketahui pengendara mobil tersebut mengisi baterai ponselnya, Samsung Galaxy Note 7. kutv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Larangan menggunakan ponsel Samsung Galaxy Note 7 tidak hanya terjadi di dunia transportasi umum. Akhir pekan ini, larangan penggunaan Note 7, muncul di institusi pendidikan.

    New Jersey Stockton University telah melarang penggunaan Galaxy Note 7 di area kampus sehubungan dengan masalah keamanan gawai (gadget) tersebut. Institusi pendidikan ini menganggap ponsel Note 7 berbahaya bagi pemiliknya dan juga orang-orang di sekitarnya, seperti dilansir melalui Phonearena.com, Sabtu, 17 September 2016.

    Oleh karena itu, New Jersey Stockton University mengambil langkah proaktif untuk memastikan bahwa lingkungan universitas aman dan bebas dari potensi api.

    Seluruh mahasiswa dan siapa pun yang berada di area kampus diminta mematikan Galaxy Note 7. Larangan ini disampaikan melalui alamat e-mail masing-masing siswa dan akun media sosial sekolah.

    Menurut dekan Stockton University, Pedro Santana, siswa cukup terbuka pada upaya pengamanan ini, tapi beberapa berpendapat bahwa membiarkan orang tanpa ponsel bukan juga sesuatu hal yang baik.

    Meski begitu, larangan Note 7 di area kampus akan diteruskan hingga seluruh ponsel sudah ditarik dan ditukar dengan yang aman.

    Note 7 telah dilarang diberbagai maskapai. Bahkan kereta bawah tanah dan bus di Kota New York juga melarang ponsel Note 7 dihidupkan ataupun diisi baterainya saat berada dalam angkutan umum tersebut.

    PHONE ARENA | MAYA NAWANG WULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wiranto Ditusuk Seseorang yang Diduga Terpapar Radikalisme ISIS

    Menkopolhukam, Wiranto ditusuk oleh orang tak dikenal yang diduga terpapar paham radikalisme ISIS. Bagaimana latar belakang pelakunya?