Trump Akhirnya Akui Obama Lahir di AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Donald Trump mengacungkan ibu jari saat berkampanye di Gallogly Events Center, Universitas Colorado, Colorado, 29 Juli 2016. AP/Evan Vucci

    Donald Trump mengacungkan ibu jari saat berkampanye di Gallogly Events Center, Universitas Colorado, Colorado, 29 Juli 2016. AP/Evan Vucci

    TEMPO.CO, Jakarta - Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, akhirnya mengakui Presiden AS, Barack Obama, lahir di sana. Pernyataan ini mengingatkan publik akan isu yang beredar ketika membahas latar belakang Obama saat maju sebagai kandidat presiden AS lima tahun lalu. Trump termasuk salah seorang yang mempertanyakan status kewarganegaraan Obama.

    “Presiden Obama lahir di AS, sekarang kita ingin kembali membangun Amerika lebih kuat lagi,” kata Trump, seperti dikutip dari CNN, Jumat, 16 September 2016.

    Soal ini, Presiden Obama telah mengabaikan kritik dan sindiran Trump sejak awal terkait lokasi kelahirannya. Dalam sebuah acara jamuan makan malam di Gedung Putih, Obama pernah memutar film The Lion King untuk mengilustrasikan lokasi kelahirannya di Afrika. Ini sebagai sebuah sindiran terhadap Trump. "Saya sangat percaya diri tentang negara tempat saya dilahirkan,” kata dia.

    Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Trump pernah mengatakan dia meragukan status kewarganegaraan Obama, dan masih menerka di mana dia dilahirkan. “Saya akan menjawab pertanyaan itu di waktu yang tepat, saya tidak ingin menjawabnya sekarang,” ujar dia.

    Sikap Trump tersebut juga menuai kritik dari calon presiden AS dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Dia menyebut Trump tidak layak menjadi presiden AS di masa mendatang. Dia pun mendesak Trump untuk menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Obama terkait hal itu.

    CNN | GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.