Pulih dari Radang Paru, Hillary Clinton Kembali Berkampanye  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyapa pendukungnya di Brooklyn borough, New York, A.S, 7 Juni 2016. Hillary Clinton berhasil keluar sebagai pemenang calon Presiden dari partai Demokrat terhadap rivalnya, Bernie Sanders. Ap Photo

    Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton menyapa pendukungnya di Brooklyn borough, New York, A.S, 7 Juni 2016. Hillary Clinton berhasil keluar sebagai pemenang calon Presiden dari partai Demokrat terhadap rivalnya, Bernie Sanders. Ap Photo

    TEMPO.CO, New York – Hillary Clinton kembali berkampanye setelah beristirahat selama tiga hari akibat pneumonia atau radang paru yang dideritanya. “Saya luar biasa,” kata Clinton mengutarakan kondisinya, seperti dilansir Telegraph, Kamis, 15 September 2016.

    Clinton menghabiskan waktu istirahatnya di daerah perdesaan di New York. Baginya, waktu istirahat tersebut merupakan hadiah sebab kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat ini bisa berbicara dengan kawan lamanya dan bermain dengan anjingnya.

    Clinton juga merasa mendapatkan waktu lebih untuk memikirkan arah dan menyusun rencana untuk Amerika ke depan. Ia berfokus kepada detail kebijakan yang ingin ia buat. “Seperti wanita lain, saya punya kecenderungan untuk membuat persiapan,” kata Clinton.

    Selama Clinton jatuh sakit, Donald Trump terus berkampanye. Ia merilis data kesehatan pribadinya di situs kampanyenya. Situs tersebut memajang gambar sebuah surat yang diteken Harold Bornstein, dokter yang bekerja di Lenox Hill Hospital di New York, Amerika.

    Dalam surat tersebut, Bornstein mengungkapkan hasil laboratorium terbaru Trump. “Trump dalam kondisi kesehatan fisik yang prima,” tulis Bornstein, seperti dilansir Daily Mail, Jumat, 16 September 2016.

    Trump tercatat memiliki tekanan darah 116/70. Tingkat gula dalam darahnya terhitung sehat, hati dan fungsi tiroid normal, serta tingkat kolesterol 169. Ia tidak mengkonsumsi alkohol maupun mengisap tembakau. Kandidat calon presiden dari Partai Republik pernah menjalani satu operasi usus buntu saat berusia 11 tahun. Ia tidak memiliki sejarah serangan jantung atau kanker.

    Trump berusia 70 tahun. Tingginya 1,9 meter dengan berat 107 kilogram. Berdasarkan standar pengukuran Amerika, kombinasi tinggi dan berat Trump tersebut menghasilkan mass index sebesar 29,6. Angka tersebut termasuk kategori overweight dan mendekati batas obese di 30.0.

    Trump juga membagi hasil tes kesehatannya tersebut di program televisi Dr. Oz. Dalam acara tersebut, ia merasa kondisi kesehatannya sama seperti saat ia berusia 30 tahun. Ia mengaku jarang sakit. “Sudah lama saya tidak pernah demam. Bertahun-tahun lamanya!” katanya.

    TELEGRAPH | DAILY MAIL | BBC | VINDRY FLORENTIN

    Baca:
    Anak Presiden Duterte Pernah Suruh Bunuh Perebut Gebetannya
    Kesaksian 'Regu Jagal': Duterte Pernah Perintah Bunuh Muslim


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.