Topan Meranti Hantam Cina dan Taiwan, 1 Korban Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wilayah yang terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras melanda Leishan county, Guizhou, Cina, 27 Mei 2015. Banjir ini menewaskan sedikitnya 52 orang, termasuk dua pelajar di dalam bus sekolah yang terbalik setelah memuat penumpang melebihi kapasitas kendaraan. REUTERS/China Daily

    Wilayah yang terendam banjir akibat luapan sungai setelah hujan deras melanda Leishan county, Guizhou, Cina, 27 Mei 2015. Banjir ini menewaskan sedikitnya 52 orang, termasuk dua pelajar di dalam bus sekolah yang terbalik setelah memuat penumpang melebihi kapasitas kendaraan. REUTERS/China Daily

    TEMPO.CO, Beijing - Topan Meranti disertai angin kencang dan hujan lebat menghantam wilayah tenggara daratan Cina dianggap terhebat oleh media setempat sejak 1949.

    Beberapa media melaporkan, topan yang turun pada Kamis dinihari, 15 September 2016, waktu setempat, sebelum mengoyak kota Xiamen, Cina, memporakporandakan kawasan di selatan Taiwan pada Rabu, 14 September 2016, menyebabkan seorang tewas.

    Sejumlah gambar yang ditayangkan media milik pemerintah menunjukkan jalan-jalan di Provinsi Fujian, tempat kota Xiamen berada, direndam banjir. "Pepohonan tumbang menimpa sejumlah mobil," Al Jazeera melaporkan, Kamis.

    Kantor berita Xinhua mengatakan, ini merupakan topan terkuat yang pernah terjadi di Cina sejak negeri komunis ini berdiri pada 1949. "Di beberapa bagian Xianamen, baik perkotaan dan pedesaan aliran lisrik mati," tulis Xinhua sebagaimana dikutip Al Jazeera.

    Akibat badai tersebut, media televisi melaporkan, sejumlah jadwal penerbangan dan perjalanan kereta api terpaksa dibatalkan. Kondisi ini membuat masyarakat kecewa karena mereka sedang memulai hari libur tiga hari untuk merayakan musim semi.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.