Mina, Bayi Pertama Ibadah Haji Tahun Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Rick Wilking

    REUTERS/Rick Wilking

    TEMPO.CO, Riyadh - Seorang bayi perempuan diberi nama Mina, nama yang sama dengan tempat umat Islam menjalankan ibadah haji. Alasan diberikan nama tersebut karena dia menjadi bayi pertama yang lahir di sebuah rumah sakit di tanah suci Mekah pada musim haji tahun ini.

    Berita gembira itu juga mendapat perhatian Pemerintah Arab Saudi ketika Kementerian Kesehatan membuat pengumuman melalui situs sosial Twitter pada Senin, 12 September 2016.

    Ibu bayi itu melahirkan anaknya melalui operasi dan keduanya dilaporkan berada dalam kondisi sehat.

    Seperti dilansir AL Arabiyah, mengutip laporan surat kabar al-Youm, orang tua bayi tersebut merupakan calon jemaah haji yang berasal dari Afghanistan dan dia dilahirkan di rumah sakit di Mina.

    Pasangan yang enggan dikenal itu mengatakan, memilih nama Mina sesuai dengan nama tempat bayi mereka lahir.

    Sementara itu, dalam perkembangan pelaksanaan ibadah haji tahun ini, Pemerintah Arab Saudi mengerahkan ribuan personil keamanan, staf keamanan publik, dan relawan. Juga menggunakan sepenuhnya teknologi modern, termasuk dron serta gelang elektronik, untuk memastikan keamanan pada tingkat terbaik sepanjang haji dilaksanakan.

    Hal tersebut dilakukan sebagai tindakan guna mengantisipasi kecelakaan paling buruk yang terjadi tahun lalu tidak terulang kembali.

    Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan, sebanyak 1,86 juta jemaah dari seluruh dunia datang menunaikan haji tahun ini, kurang dari tahun-tahun sebelumnya yang diikuti hingga 3 juta jemaah.

    Menurut pihak berwenang, gangguan akibat proyek pembangunan infrastruktur di Mekkah serta konflik di wilayah bersangkutan menjadi penyebab jumlah jemaah dibatasi.

    AL ARABIYAH | HUFFINGTON POST | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.