Korea Utara Uji Senjata Nuklir Keenamnya Beberapa Hari Lagi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal berbasis kapal selam diluncurkan di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput acara tersebut. AP/KCNA

    Rudal berbasis kapal selam diluncurkan di sebuah lokasi yang dirahasiakan di Korea Utara. Wartawan independen tidak diberi akses untuk meliput acara tersebut. AP/KCNA

    TEMPO.COPyongyang - Setelah mengklaim sukses dalam uji coba senjata nuklir kelima pada 9 September 2016, Korea Utara kembali akan melakukan uji coba senjata nuklirnya yang keenam beberapa hari mendatang.

    Menurut kantor berita Korea Selatan, Yonhap, pemerintah Kim Jong-un telah rampung mempersiapkan uji coba senjata nuklirnya untuk diluncurkan beberapa hari lagi. Lokasi uji coba akan dilakukan di terowongan di pegunungan yang tidak digunakan. 

    Menyusul persiapan uji coba senjata nuklir, pemerintah Korea Utara dan analis pertahanan independen mengindikasikan Kim Jong-un telah menguasai proses pembuatan minitur hulu ledak nuklir untuk digunakan pada rudal balistik.

    "Sejumlah indikasi telah dikumpulkan bahwa Utara telah merampungkan persiapan untuk meluncurkan uji coba nuklir kapan saja di terowongan ketiga yang belum pernah digunakan sebelumnya," kata seorang sumber pemerintah Korea Selatan. 

    Dewan Keamanan PBB, Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mengecam uji coba nuklir Korea Utara. Selanjutnya 15 negara anggota Dewan Keamanan PBB mendesak pemberian sanksi baru kepada Korea Utara. Namun banyak yang percaya bahwa Kim Jong-un baru akan patuh jika pemerintah Cina memberikan tekanan lebih kuat pada bidang ekonomi kepada Korea Utara. 

    Sebelumnya, gempa berskala 5,3 skala Richter terdeteksi terjadi di Korea Utara pada 9 September 2016. Namun militer Korea Selatan menduga gempa terjadi akibat Korea Utara sedang melakukan uji coba senjata nuklir.

    Mengutip dari Yonhap, gempa buatan itu dideteksi berpusat di wilayah perairan timur Korea Utara. "Gempa buatan terdeteksi terjadi di dekat Punggye-ri sekitar pukul 09.30," ujar Kepala staf gabungan Korea Selatan dalam pernyataannya.

    Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat, yang dikutip Badan Meteorologi Korea Selatan, getaran terdeteksi di permukaan tanah. Padahal getaran gempa yang sesungguhnya terjadi di bawah tanah.

    Pada hari yang sama, Korea Utara mengklaim sukses melakukan uji coba senjata nuklir kelimanya.

    YONHAP | MARIA RITA

    Baca:
    Korea Utara Diduga Uji Coba Senjata Nuklir Hari Ini, Ini Tandanya
    Khotib Mesjid Istiqlal: Kurban Memupuk Solidaritas Publik


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.