AS-Rusia Sepakat Gencatan Senjata di Suriah Mulai Besok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penduduk membawa pria cacat meninggalkan kawasan Moadamiyeh,  Damaskus, Suriah, 2 September 2016. Puluhan warga yang tinggal dipinggiran kota yang dikuasai pemberontak mulai dievakuasi setelah pemerintah memberikan pengampunan kepada para pemberontak dan mengambil alih kontrol di daerah itu. AP

    Seorang penduduk membawa pria cacat meninggalkan kawasan Moadamiyeh, Damaskus, Suriah, 2 September 2016. Puluhan warga yang tinggal dipinggiran kota yang dikuasai pemberontak mulai dievakuasi setelah pemerintah memberikan pengampunan kepada para pemberontak dan mengambil alih kontrol di daerah itu. AP

    TEMPO.CO, Damaskus - Amerika Serikat dan Rusia akhirnya mengumumkan kesepakatan untuk melakukan gencatan senjata di seluruh wilayah Suriah mulai hari Senin, 12 September 2016.

    Kedua negara mencapai kesepakatan untuk menghentikan perang di Suriah pada Sabtu subuh, 10 September 2016, mengutip AP.

    Kedua negara ini melibatkan diri dalam perang di Suriah yang berlangsung selama lima tahun. AS mendukung sejumlah kelompok yang melakukan pemberontakan terhadap kepemimpinan Bashar al-Assad di Suriah. Rusia mendukung pemerintahan Assad.

    Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan gencatan senjata resmi mulai berlaku pada besok malam. Bertepatan dengan hari libur memperingati perayaan Idul Adha bagi umat Muslim.

    Menurut Kerry, gencatan senjata ini akan mengurangi aksi kekerasan di Suriah dan menuju transisi politik untuk mengakhiri perang berdarah selama 5 tahun. Sedikitnya 500 ribu orang tewas selama perang di Suriah.

    "Hari ini Amerika Serikat dan Suriah mengumumkan rencana yang kami harapkan akan mengurangi kekerasan, menghapus penderitaan dan melanjutkan upaya menuju sebuah negosiasi damai dan transisi politik di Suriah," kata Kerry mengutip Haaretz.com.

    "Kami saat ini mengumumkan kesepakatan yang menurut kami menguatkan kapasitas , namun hal itu tergantung pada pilihan rakyat," Kerry melanjutkan.

    Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov membenarkan tentang kesepakatan itu. Menurut Lavrov, kesepakatan itu akan membantu memperluas pertarungan kontraterorisme dan pengiriman bantuan ke warga sipil Suriah di bawah pengawasan PBB yang telah tertunda berminggu-minggu.

    Selain itu, Lavrov menjelaskan, Presiden Suriah Bashar al-Assad sudah diberitahu tentang kesepakatan ini.

    Menanggapi kesepakatan yang dicapai dengan AS, Lavrov berujar: "Ini baru permulaan untuk hubungan baru kami."

    Pemerintah Suriah dikabarkan telah menyetujui kesepakatan yang dicapai AS dan Rusia termasuk menghentikan permusuhan.

    "Seluruh perjanjian ini dicapai dengan sepengetahuan penuh pemerintah Suriah bahwa hal ini telah disetujui," kata media pemerintah SANA, Sabtu, 10 September 2016.

    AP | HAARETZ.COM | MARIA RITA

    Baca :
    15 Tahun Tragedi 11 September, 10 Fakta Ini Layak Diingat
    Garuda Larang Pengisian Baterei Galaxi Note 7 di Kabin

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.