Wanita yang Fotonya Jadi Ikon Berakhirnya PD II Meninggal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto ikonik seorang suster dan seorang anggota tentara Angkatan Laut AS berciuman pada masa Perang Dunia II, di Manhattan's Times Square, New York City, 14 Agustus 1945. Suster yang bernama Greta Friedman ini wafat pada usia 92 tahun. nbcnews.com

    Foto ikonik seorang suster dan seorang anggota tentara Angkatan Laut AS berciuman pada masa Perang Dunia II, di Manhattan's Times Square, New York City, 14 Agustus 1945. Suster yang bernama Greta Friedman ini wafat pada usia 92 tahun. nbcnews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Greta Zimmer Friedman, wanita yang fotonya menjadi ikon berakhirnya Perang Dunia II (PDII), meninggal dalam usia 92 tahun. Joshua Friedman memberi kabar duka atas kematian ibunya ke NBC. Friedman, ujarnya, meninggal pada Kamis, 8 September 2016, di Virginia, Amerika Serikat, setelah menderita komplikasi penyakit osteoporosis, pinggul patah, dan pneumonia.

    Foto Friedman, yang saat itu mengenakan pakaian suster, menjadi ikon saat ia berciuman dengan seorang pelaut di halaman Times Square pada 14 Agustus 1945. Seorang fotografer mengabadikan foto yang menjadi simbol kemenangan Amerika Serikat dan sekutu melawan pasukan Jepang. Perang berakhir setelah Jepang menyerah.

    Menurut Joshua Friedman, ibunya tidak pernah merasa apa yang dilakukannya pantas untuk masuk sejarah Amerika. "Foto itu begitu bermakna bagi banyak orang. Ibu saya selalu merasa dia tidak melakukan sesuatu, sesuatu yang terjadi pada dia," kata Joshua Friedman.

    Foto Friedman pertama kali terbit di majalah Life. Saat itu, Friedman bekerja sebagai asisten dokter gigi. Selama bertahun-tahun orang mengira ia seorang suster disebabkan pakaian yang dikenakannya. Saat itu dia sedang bekerja saat mendengarkan perang telah berakhir.

    Friedman akan dikuburkan di sebelah makam suaminya, Misha Friedman, seorang mantan jenderal infanteri Amerika yang meninggal pada 1998. Kuburan kedua pasangan ini berada di Pemakaman Nasional Arlington.

    Kepada Veterans History Project of the Library of Congress di tahun 2005, Friedman menjelaskan setelah mendengarkan rumor perang berakhir, ia menuju lapangan Times Square yang letaknya tak jauh dari kantornya.

    "Seketika, saya dipeluk oleh seorang pelaut. Itu bukan seperti ciuman. Itu lebih pada wujud kegembiraan karena dia tidak harus kembali lagi," ujar Friedman. "Saya kemudian mengetahui bahwa dia gembira sebab tidak harus kembali lagi ke Pasifik, tempat mereka baru saja melewati perang itu," jelasnya.

    Setelah mencium Friedman, pelaut itu tidak memberikan namanya. Friedman kemudian kembali ke kantornya. Ternyata bosnya membatalkan semua janji sepanjang hari itu untuk merayakan berakhirnya perang.

    Belakangan identitas pelaut itu terungkap. Nama pria itu George Mendonsa dari Rhode Island.
     
    NBC | MARIA RITA

    Baca:
    Ribuan Warga Meksiko Tolak Pernikahan Sesama Jenis
    Data Kematian 1.113 Korban Tragedi 11 September Belum Jelas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.