Amerika Larang Samsung Galaxy Note 7 di Pesawat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deretan Samsung Galaxy Note7 saat diperlihatkan di New York, 28 Juli 2016. Untuk sistem pengamanan, Galaxy Note7 tidak hanya dibekali dengan fitur sidik jari, tetapi juga adanya pemindai iris mata. AP Photo

    Deretan Samsung Galaxy Note7 saat diperlihatkan di New York, 28 Juli 2016. Untuk sistem pengamanan, Galaxy Note7 tidak hanya dibekali dengan fitur sidik jari, tetapi juga adanya pemindai iris mata. AP Photo

    TEMPO.CO, New York - Penumpang pesawat yang menggunakan smartphone jenis Samsung Galaxy Note 7 diperingatkan agar mematikan telepon atau tidak mengisi daya peralatan itu ketika naik pesawat.

    Peringatan itu dikeluarkan oleh Administrasi Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat itu menindaklanjuti laporan kasus ledakan saat mengisi ataupun setelah mengisi daya pada gadget keluaran perusahaan teknologi Korea Selatan tersebut.

    "Menyusul insiden dan kekhawatiran terkait Samsung baru-baru ini terhadap produk mereka, Galaxy Note 7, FAA meminta penumpang tidak memasang atau melakukan pengisisan daya gadget tersebut di dalam pesawat. "Penumpang juga diminta tidak menyimpan ponsel tersebut di dalam tas yang disimpan di ruang kargo," jelas FAA dalam pernyataannya pada Kamis, 8 September 2016.

    Selain FAA, maskapai penerbangan Australia, Qantas, dan Virgin juga turut menyarankan penumpang agar tidak menggunakan telepon atau mengisi daya pada peralatan itu selama penerbangan. Singapore Airlines juga diantara maskapai yang memberlakukan aturan serupa.

    Model terbaru Samsung itu diluncurkan pada bulan lalu dan telah dijual sebanyak 2,5 juta unit di seluruh dunia. Produk saingan iPhone 7 tersebut sebelumnya telah dinyatakan secara umum diterima dengan baik oleh konsumen dan kritikus.

    Samsung mengatakan pelanggan yang telah membeli ponsel itu akan dapat menukar dengan yang baru dan akan memakan waktu sekitar dua minggu untuk mempersiapkan perangkat pengganti.

    BBC | STRAITS TIMES | YON DEMA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.