Korea Utara Diduga Uji Coba Senjata Nuklir Hari Ini, Ini Tandanya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat bertemu dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah meminiatur hulu ledak nuklir yang dapat dipasang pada rudal balistik. REUTERS/KCNA

    Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un saat bertemu dengan ilmuan dan teknisi di bidang penelitian ke dalam senjata nuklir di Pyongyang, 9 maret 2016. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah meminiatur hulu ledak nuklir yang dapat dipasang pada rudal balistik. REUTERS/KCNA

    TEMPO.CO, Pyongyang - Gempa berskala 5,3 SR terdeteksi terjadi di Korea Utara hari ini, 9 September 2016. Namun militer Korea Selatan menduga gempa terjadi akibat Korea Utara sedang melakukan uji coba senjata nuklir.

    Mengutip dari Yonhap, gempa buatan itu dideteksi berpusat di wilayah perairan timur Korea Utara.

    "Gempa buatan terdeteksi terjadi di dekat Punggye-ri sekitar pukul 09.30 pagi," ujar Kepala staf gabungan Korea Selatan dalam pernyataannya.

    Menurut Badan Survei Geologi Amerika Serikat yang dikutip Badan Meteorologi Korea Selatan, getaran terdeteksi di permukaan tanah. Padahal getaran gempa yang sesungguhnya terjadi di bawah tanah.

    Korea Utara pada Januari lalu melakukan uji senjata nuklir dan peluncuran rudal beberapa kali tahun ini.

    Terbaru, Korea Utara meluncurkan tiga rudal balistik ke laut di sebelah timur negara itu pada 5 September 2016. Peluncuran rudal dari arah barat Pyongyang, ibu kota Korea Utara, dilakukan siang hari.

    Mengutip Channel News Asia, peluncuran rudal terbaru Korea Utara belum diketahui jenisnya. Militer Korea Selatan masih mencari tahu jenis rudal terbaru yang diluncurkan itu.

    Korea Utara telah melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB yang melarang seluruh anggota PBB melakukan uji coba senjata nuklir dan peluncuran rudal. Korea Utara telah dijatuhi sanksi yang diklaim terberat oleh Dewan Keamanan PBB pada Maret lalu.

    CHANNEL NEWS ASIA | YONHAP| MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.