Tak Betah dengan Istri, Pria Ini Merampok Bank Agar...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi perampokan

    ilustrasi perampokan

    TEMPO.COKansas City – Apa pun dilakukan Lawrence John Ripple, 70 tahun, asal dapat menghindari istrinya. Pasalnya, pertengkaran rumah tangga dengan sang istri yang kerap terjadi membuatnya sudah tidak tahan. Pria asal Kansas City itu pun memilih melakukan perampokan Bank of Labor yang terletak di 765 Minnesota Ave pada Jumat, 2 September 2016.

    Baca juga:

    Kiswinar Buka-bukaan karena Tak Diakui Anak oleh Mario Teguh
    Heboh Soal Pizza: Inilah 3 Hal Aneh Sekaligus Merisaukan

    Saat itu Ripple mendatangi kasir bank dan menyerahkan secarik kertas bertulisan, “Saya bawa senjata, beri saya uang.” Namun, setelah menerima uang dari kasir, bukannya bergegas lari, Ripple malah duduk di lobi. Tidak hanya itu, dia pun mengaku kepada petugas keamanan bank bahwa dialah perampoknya. “Saya adalah orang yang Anda cari.”

    Petugas satpam lalu mengambil uang dari Ripple dan menahannya hingga polisi tiba tak berselang lama, karena markas polisi Kota Kansas berada di blok yang sama.

    Saat diperiksa, Ripple mengaku sedang bertengkar dengan istrinya. Dia tidak mau lagi berada dalam situasi seperti itu. “Ripple menulis kertas ancaman itu di hadapan istrinya dan mengatakan dia lebih baik berada di penjara ketimbang di rumah,” kata agen FBI dalam dokumen bukti yang diajukan ke pengadilan federal untuk mendukung dakwaan perampokan.

    Rapple dikenai dakwaan pada Selasa, 6 September. Namun, pada Rabu, 7 September, ia dibebaskan. Tidak jelas, apakah dia pulang ke rumah dan kembali bertemu istrinya.

    KANSAS CITY STAR | KRISTV.COM | NATALIA SANTI


    Baca juga:


    Kiswinar Buka-bukaan karena Tak Diakui Anak oleh Mario Teguh
    Heboh Soal Pizza: Inilah 3 Hal Aneh Sekaligus Merisaukan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.