Foto Mahathir-Anwar Berjabat Tangan Ramai di Media Sosial

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad bertemu dengan pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, 5 September 2016. Facebook.com/PKR

    Mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr Mahathir Mohamad bertemu dengan pemimpin Partai Keadilan Rakyat (PKR), Anwar Ibrahim, 5 September 2016. Facebook.com/PKR

    TEMPO.COKuala Lumpur - Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad muncul di pengadilan Anwar Ibrahim, pemimpin partai oposisi Malaysia—Partai Keadilan Rakyat (PKR)—pada Senin, 5 September 2016. 

    Pertemuan dua figur berpengaruh di Malaysia ini merupakan yang pertama kali sejak 18 tahun lalu. Wan Azizah Wan Ismail, istri Anwar, mengunggah foto Anwar dan Mahathir yang saling berjabat tangan dan tersenyum lepas. "Pertemuan pertama selepas 18 tahun 2 hari...sejak 3 September 1998.." tulis Wan Azizah mengenai foto itu.

    Anwar, yang dulu mantan wakil Mahathir, sedang menjalani hukuman penjara selama 5 tahun atas dakwaan melakukan sodomi. Anwar ke pengadilan untuk mengajukan permohonan agar pengadilan memerintahkan tidak memberlakukan Undang-Undang Dewan Keamanan Nasional Malaysia tahun 2016.

    Undang-undang ini, seperti dikutip dari Channel News Asia, memberikan kewenangan kepada Perdana Menteri Najib Razak sebagai Ketua Dewan Keamanan Nasional Malaysia untuk menentukan lingkup keamanan dan langsung menunjuk pasukan bersenjata untuk melakukan penangkapan, pencarian, dan penyitaan tanpa surat perintah.

    Menanggapi foto pertemuan itu, Mahathir kepada wartawan berujar, "Saya tidak tahu mengenai pertemanan, tapi saya tahu saya berbicara dengannya. Saya bertemu dengan dia dan melakukan percakapan dengannya tentang apa saja yang dia lakukan dulu.”

    Mahathir mendepak Anwar pada 1998 akibat perbedaan pandangan politik dan masalah ini terus menggema. Anwar didakwa melakukan kejahatan korupsi dan sodomi. Ia dijebloskan ke penjara selama 6 tahun. Namun Anwar tetap menjadi sosok pemimpin oposisi yang berpengaruh. Ia kembali dijebloskan ke penjara oleh Najib pada 2015. 

    Saat ini Najib dililit kasus korupsi terkait dengan penggunaan dana negara 1MDB. Pada Juli lalu, Kementerian Keadilan Amerika Serikat mengajukan gugatan untuk menyita lebih dari US$ 1 miliar dalam bentuk aset mewah yang dibeli dengan dana 1MDB. Namun Najib berkeras tidak melakukan korupsi seperti dugaan banyak pihak di Malaysia.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA

    Baca juga: Heboh Soal Pizza: Inilah 3 Hal Aneh Sekaligus Merisaukan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.