KTT 20, Putin Hadiahkan Es Krim untuk Presiden Xi Jinping  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping (kiri), dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri jamuan makan malam jelang Konferensi ke-4 dalam Interaksi dan Confidence Building Measures at Asia (CICA) di Shanghai, Cina (20/5). Putin bertemu hari Selasa dengan Xi dalam urusan diplomatik bagi pemimpin Rusia. (AP/Aly Song)

    Presiden China Xi Jinping (kiri), dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri jamuan makan malam jelang Konferensi ke-4 dalam Interaksi dan Confidence Building Measures at Asia (CICA) di Shanghai, Cina (20/5). Putin bertemu hari Selasa dengan Xi dalam urusan diplomatik bagi pemimpin Rusia. (AP/Aly Song)

    TEMPO.CO, Hangzhou - Presiden Rusia Vladimir Putin membuat kejutan saat bertemu khusus dengan Presiden Cina Xi Jinping di sela Konferensi Tingkat Tinggi negara-negara G-20. Putin menghadiahkan Xi sekotak es krim.

    "Saya berjanji untuk membawanya untukmu. Dan saya telah membawakanmu sekotak es krim," kata Putin kepada Xi seperti dikutip dari Channel News Asia, 4 September 2016.

    Putin merahasiakan rasa es krim beku itu saat Xi menyambutnya di guesthouse resmi pemerintah di Kota Hangzhou, di sebelah timur Cina.

    Xi berterima kasih atas hadiah dari Putin. Kemudian Xi mengungkapkan betapa dia menyukai es krim Rusia, sehingga setiap kali berkunjung ke Moskow, ia menyempatkan diri menikmati es krim.

    "Setiap kali saya berkunjung ke Rusia, saya minta mereka membelikan saya es krim Rusia. Setelah itu, kami makan es krim di rumah," kata Xi.

    Xi mengatakan krem yang segar buatan Rusia sangat baik, sehingga es krimnya sangat enak. "Saya suka sekali," kata Xi.

    Pertemuan Putin dan Xi di sela KTT G-20 bertujuan meningkatkan kerja sama kedua negara yang selama ini berteman dekat.

    CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.