Melawan ISIS, Turki Kirim Lusinan Tank ke Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah tank tentara Turki berjalan menuju perbatasan Suriah-Turki di Karkamis, Turki, 25 Agustus 2016. Militer Turki melancarkan serangan dalam upaya mengusir anggota militan ISIS dari wilayah perbatasan Turki-Suriah. AP/Halit Onur Sandal

    Sejumlah tank tentara Turki berjalan menuju perbatasan Suriah-Turki di Karkamis, Turki, 25 Agustus 2016. Militer Turki melancarkan serangan dalam upaya mengusir anggota militan ISIS dari wilayah perbatasan Turki-Suriah. AP/Halit Onur Sandal

    TEMPO.CO, Jakarta - Turki mengirim lusinan tank ke dalam wilayah Suriah di sebelah barat perbatasan kedua negara yang dikuasai kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), pekan lalu.

    Pengiriman alat perang itu dilakukan pada Sabtu, 3 September 2016, setelah pasukan Turki dan pemberontak Suriah menguasai kota strategis di perbatasan Jarablus dari ISIS pada 25 Agustus 2016.  

    Pasukan bersenjata Turki dan militan pemberontak Suriah sekarang ini sedang melakukan serangan besar-besaran melawan ISIS di kawasan tersebut. Serangan tersebut berhasil menguasai sejumlah kota pada Sabtu serta menutup perbatasan dengan Turki.

    "Saat ini faksi pemberontak menguasai Desa Arab Ezza, Al-Frusan, dan bergerak menuju Lilwa," kata Ahmed Othman, komandan kelompok pemberontak pro-Turki kepada Al Jazeera.

    Organisasi pemantau hak asasi manusia yang berbasis di London, Syrian Observatory for Human Rights, yang melakukan monitoring perkembangan di sana setiap hari, membenarkan bahwa pemberontak telah mengambil alih sejumlah desa.

    "Setelah Jarablus, selanjutnya kami bergerak menuju barat dan menguasai lebih dari 17 desa dari ISIS," ujar Othman. "Target kami adalah menguasai semua desa yang terletak antara al-Rai dan Jarablus."

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.