Jadi Mata-mata, Garda Revolusi Tahan Warga Iran-AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    Anggota Garda Revolusi Iran menjaga pesawat mata-mata tanpa awak RQ 170 milik Amerika Serikat yang jatuh di Iran (8/12). Iran menyatakan bahwa mereka berhasil menembak pesawat tersebut di Iran Timur. REUTERS/Sepah News.ir

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan intelijen Pengawal Revolusi Iran menahan seorang warga berkewarganegaraan ganda Iran-Amerika Serikat pada Juli 2016 karena dituding merencanakan mengganggu keamanan negara. "Dia juga dituduh bekerjasama dengan musuh negara," sejumlah media Iran melaporkan.

    Menurut laporan Mizan Online, Rabu, 31 Agustus 2016, ada seorang warga Iran-AS ditahan di Provinsi Golestan.

    Al Arabiya dalam laporannya, Kamis, 1 September 2016, menyebutkan, sedikitnya setengah lusin dwi warga negara Iran telah ditahan termasuk setidaknya tiga orang pemegang paspor ganda Iran-AS. "Mereka ditahan dengan tuduhan yang sama tahun lalu," Al Arabiya melaporkan.

    Kabar soal penahan tersebut datang bersamaaan pertemuan antara Komite Kebijaksanaan Luar Negeri Parlemen Iran dengan Badan Intelijen Pengawal Revolusi. "Pertemuan bertajuk 'Proyek Infiltrasi'  tersebut membahas masalah dwi kewarganegaraan yang berpotensi direkrut sebagai mata-mata," Hussein Naqavi Husseini, juru bicara Komite.

    Husseini menambahkan, "Pemilik dua kewarganegaraan dianggap dapat menganggu keamanan negara karena dapat direkrut sebagai agen mata-mata oleh musuh dan menjadi subyek proyek penyusupan."

    Dia mengatakan, salah seorang anggota tim perundingan nuklir memiliki dua warga negara, saat ini sedang diinvestigasi oleh petugas keamanan karena dicurigai melakukan kegiatan mata-mata.

    AL ARABIYA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.