Kasus Pertama Infeksi Virus Zika Ditemukan di Malaysia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jentik nyamuk Aedes aegypti diperlihatkan di sebuah lab di institut Fiocruz di Recife, Brasil, 26 Januari 2016. Dalam empat bulan terakhir, Brasil tengah dilanda virus Zika yang diketahui berasal dari nyamuk Aedes aegypti. (Mario Tama/Getty Images)

    Jentik nyamuk Aedes aegypti diperlihatkan di sebuah lab di institut Fiocruz di Recife, Brasil, 26 Januari 2016. Dalam empat bulan terakhir, Brasil tengah dilanda virus Zika yang diketahui berasal dari nyamuk Aedes aegypti. (Mario Tama/Getty Images)

    TEMPO.CO, Putrajaya - Pemerintah Malaysia mengkonfirmasi adanya kasus infeksi virus zika di negaranya. Hasil tes terhadap seorang wanita yang telah mengunjungi Singapura pada 19 Agustus 2016 dinyatakan positif terinfeksi.

    "Anaknya yang masih di Singapura juga terinfeksi," kata Menteri Kesehatan Malaysia Subramaniam Sathasivam dalam konferensi persnya, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis, 1 September 2016.

    Wanita tersebut dinyatakan positif terkena virus zika setelah melakukan tes urine setelah mengalami ruam dan demam selama sepekan sejak kembali dari Singapura.

    Virus zika mulai merambah Asia Tenggara. Sebelumnya, 82 warga Singapura dinyatakan positif terinfeksi virus yang disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti tersebut. Pemerintah Indonesia pun telah memberlakukan travel advisory untuk WNI yang hendak ke Singapura.

    Virus ini berdampak fatal bagi janin. Perempuan hamil yang terinfeksi terancam melahirkan bayi dengan kepala kecil atau mengalami mikrosefali serta kelainan otak lain.

    Pemerintah Indonesia pun bergerak untuk mengantisipasi mewabahnya virus ini. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh menuturkan pihaknya memperketat pengawasan orang yang masuk dari Singapura ke Indonesia.

    "Kami sudah hidupkan thermo scanner (pemindai suhu tubuh) di pelabuhan-pelabuhan feri yang ada di Batam,” katanya.

    AHMAD FAIZ | REUTERS | CNA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.