Singapura Temukan 26 Kasus Baru Virus Zika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang therapis, Rozely Fontoura, mengajarkan pijat bayi pada Daniele Santos untuk anaknya Juan Pedro yang menderita  microcephaly di Recife, Brasil, 26 Maret 2016. Santos melahirkan dengan anaknya keadaan microcephaly yang terkait dengan virus zika. REUTERS/Paulo Whitaker

    Seorang therapis, Rozely Fontoura, mengajarkan pijat bayi pada Daniele Santos untuk anaknya Juan Pedro yang menderita microcephaly di Recife, Brasil, 26 Maret 2016. Santos melahirkan dengan anaknya keadaan microcephaly yang terkait dengan virus zika. REUTERS/Paulo Whitaker

    TEMPO.CO, Singapura - Kementerian Kesehatan  dan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura mengkonfirmasi adanya 26 kasus baru infeksi virus zika. Dengan temuan ini, total 82 kasus virus zika terjadi di Singapura.

    Dari 26 kasus tersebut, sebanyak 17 orang tinggal atau bekerja di wilayah Sims Drive/Aljunied Crescent, lima orang tinggal atau bekerja di Kallang Way dan Paya Lebar Way. "Pihak otoritas tengah menginvestigasi empat orang sisanya untuk mencari kaitan dari daerah yang terpengaruh," ujar Kementerian Kesehatan dalam rilis mereka pada media dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 30 Agustus 2016.

    Pemerintah Singapura menambahkan telah memeriksa orang-orang yang diduga terinfeksi virus yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes Albopictus tersebut dalam kurun 24 jam ini. Hasilnya sebanyak 111 orang telah dinyatakan negatif.

    Baca Juga: BAHAYA, Virus Zika Sudah Masuk Indonesia

    Kemenkes Singapura meminta semua wanita hamil di Singapura yang memiliki gejala zika untuk dites kesehatannya pada pagi ini. Anjuran berlaku baik bagi mereka yang pernah mengunjungi daerah yang terdampak zika maupun tidak.

    Sementara itu, NEA telah memeriksa lima ribu dari sekitar enam ribu bangunan yang ada di Aljunied Crescent/Sims Drive untuk mencari sarang nyamuk. Sebanyak 39 sarang nyamuk dari 23 rumah dan 16 area umum telah dideteksi dan dimusnahkan.

    Petugas NEA dan relawan telah menyelesaikan tahap pertama sosialisasi virus zika di wilayah Aljunied Crescent/Sims Drive. Selanjutnya petugas akan meningkatkan kesadaran masyarakat, membantu kebutuhan warga setempat untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.

    Simak: Tiga Negara Ini Keluarkan Travel Warning ke Singapura

    Wabah virus zika marak diberitakan terjadi di Brasil dan wilayah Amerika Latin pada akhir tahun lalu. Virus ini berpotensi mematikan bayi dalam kandungan atau menyebabkan bayi terlahir cacat.

    Bagi janin yang terdampak virus ini, dapat membuatnya lahir dalam kondisi microcephaly. Hal ini berarti anak akan terlahir abnormal dengan kepala kecil.

    AHMAD FAIZ | CHANNEL NEWS ASIA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.