Balas Dendam, Militer Filipina Bunuh 11 Milisi Abu Sayyaf

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina, Februari 2009. REUTERS

    TEMPO.CO, Manila - Tentara Filipina berhasil membunuh setidaknya 11 milisi Abu Sayyaf, termasuk seorang komandan berpengaruh, dalam satu serangan terhadap kelompok ekstremis itu pada Kamis malam lalu.

    Gempuran dilakukan setelah kelompok itu memenggal kepala seorang sandera warga lokal karena keluarganya terlalu miskin untuk membayar uang tebusan.

    Komandan militer wilayah, Mayor Filemon Tan, mengatakan 17 tentara terluka ketika ratusan anggota lain mengepung sebuah daerah hutan luas di daerah Patikul di wilayah Pegunungan Sulu dan bertempur dengan sekitar 100 milisi.

    Seperti dilansir Reuters pada Jumat, 26 Agustus 2016, di antara 11 milisi yang tewas, salah satunya adalah Amah Mass yang dikaitkan dengan penculikan, termasuk menjadikan wisatawan Eropa sebagai sandera.

    Presiden Rodrigo Duterte mengarahkan tentara untuk menghancurkan markas kelompok militan itu dalam hutan setelah kelompok ekstremis tersebut memenggal seorang remaja Filipina, Patrick James Almodovar. Dia diculik di dekat sebuah kamp polisi di kota utama Jolo, Sulu, bulan lalu.

    "Instruksi presiden adalah untuk menemukan dan menghancurkan Abu Sayyaf. Jadi, inilah yang kami lakukan sekarang," kata Tan.

    Tan juga menambahkan, lebih dari 1.200 anggota militer, termasuk komando gerak khusus, terlibat dalam beberapa operasi di Patikul dan beberapa lokasi pesisir pantai yang tidak ditelusuri di Sulu.

    Para ahli keamanan mengatakan pemberontak Abu Sayyaf dalam aksinya tidak termotivasi oleh ideologi Islam dan lebih kepada puluhan juta dolar yang dihasilkan dari penculikan.

    Dua warga Kanada dieksekusi tahun ini oleh Abu Sayyaf. Pekan lalu, dua orang Indonesia berhasil lolos dari tawanan, tapi ada spekulasi Abu Sayyaf membebaskan mereka setelah keluarga mereka membayar uang tebusan.

    REUTERS | NY TIMES | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.