Begini Wanita Israel Menikmati Pantai Tanpa Dilecehkan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan warga Israel Arab bermain di pantai laut Mediterrania saat menikmati liburan Idul Fitri di Tel Aviv, Israel, 8 Juli 2016. AP/Oded Balilty

    Puluhan warga Israel Arab bermain di pantai laut Mediterrania saat menikmati liburan Idul Fitri di Tel Aviv, Israel, 8 Juli 2016. AP/Oded Balilty

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Saat  perempuan Muslim dilarang mengenakan "burqini" di pantai di Prancis  dan Amerika Serikat membuat aturan yang melarang wanita berenang di jam-jam tertentu di kolam renang umum,  situasi berbeda dialami perempuan Israel.  Israel membuat aturan berdasarkan ajaran agama yang melindungi perempuan saat di pantai atau kolam renang.

    Dalam beberapa hari selama sepekan, pantai-pantai di Israel hanya boleh dikunjungi oleh kaum wanita. Mereka bebas melakukan apa saja tanpa khawatir dengan kehadiran laki-laki di sekitarnya yang mungkin akan membahayakan keselamatan.

    Pantai yang biasa disebut Pantai Agama tersebut membuat para wanita tetap bisa menjaga norma-norma yang berlaku dalam masyarakat. Juga menjauhkan mereka dari ketakutan dari pelecehan seksual serta membuat mereka nyaman karena tidak berenang atau berjemur bersama laki-laki yang tidak diinginkan.

    "Kalau bukan karena Pantai Agama saya tidak bisa pergi ke pantai. Aku bisa menjadi diriku sendiri di sini," kata Molly, seorang wanita Ortodoks muda yang meminta agar nama dan foto tidak dipublikasikan karena keyakinan agamanya tentang kesopanan.

    Minggu, Selasa dan Kamis ditujukan untuk wanita saja, dengan hari-hari lainnya dapat dikunjungi laki-laki. Selain penjaga pantai, tidak ada laki-laki lain yang diizinkan ke pantai pada hari itu. Para wanita bebas mengenakan busana apa saja tanpa takut terlihat oleh kaum pria.

    Didirikan sejak satu dekade lalu, Pantai Agama Tel Aviv adalah  satu dari sekitar selusin pantai yang memisahkan kaum pria dan wanita yang tersebar di seluruh Israel.

    Uri Regev, presiden Hiddush, sebuah organisasi non-pemerintah yang mempromosikan kebebasan beragama di Israel, mengatakan Israel cenderung jauh lebih toleran terhadap praktik-praktik keagamaan dan ekspresi kesopanan fisik daripada rekan-rekan mereka di Eropa.

    "Masyarakat Eropa memandang sekularisme sebagai norma dan kesalehan religius sebagai ancaman," katanya seperti yang dilansir Gazette pada 24 Agustus 2016.

    Tidak ada warga yang keberatan dengan aturan tersebut. Selain pantai, Israel juga menawarkan kolam renang umum yang juga memisahkan pria dan wanita.
    GAZETTE|RELIGION NEWS SERVICE|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.