Tidak Ada WNI Jadi Korban Gempa di Italia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumah bangunan yang hancur setelah gempa berkekuatan 6.2 sr mengguncang kota Amatrice, Italia, 24 Agustus 2016. Sebanyak 247 orang tewas dalam gempa bumi tersebut. AP/Gregorio Borgia

    Sejumah bangunan yang hancur setelah gempa berkekuatan 6.2 sr mengguncang kota Amatrice, Italia, 24 Agustus 2016. Sebanyak 247 orang tewas dalam gempa bumi tersebut. AP/Gregorio Borgia

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Luar Negeri menyatakan tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban gempa di Italia. Meski demikian, juru bicara Kementerian, Armanatha Natsir, menyatakan petugas Kedutaan Besar Republik Indonesia di Roma terus memantau perkembangan terakhir. "Di daerah sekitar lokasi, ada 65 WNI yang sebagian besar mahasiswa," kata Armanatha di kantor Kementerian di Jakarta, Kamis, 25 Agustus 2016. 

    Ia menilai besar kemungkinan selamatnya WNI di daerah lokasi gempa karena saat ini memasuki masa liburan bagi mahasiswa. Armanatha menduga para mahasiswa atau WNI tengah berlibur ke luar Italia atau sedang pulang ke Indonesia. 

    Baca: 10 Fakta tentang Gempa Menerjang Amatrice, Italia

    Adapun untuk WNI yang berada di Myanmar, Armanatha melanjutkan, pemerintah masih menunggu informasi terkini. Ia mengatakan ada 609 warga Indonesia yang berada di Myanmar. "Kami belum ada info untuk yang di Myanmar," ujarnya. 

    Gempa berkekuatan 6,2 skala Richter melanda wilayah Italia bagian tengah, kemarin waktu Italia. Pusat gempa berada sekitar 100 kilometer dari Roma dengan kedalaman 10 kilometer. Selain menghancurkan bangunan, jumlah korban meninggal diperkirakan mencapai 247 orang. 

    Sedangkan gempa di Myanmar bagian tengah yang terjadi kemarin mencapai kekuatan 6,8 skala Richter. Jumlah korban meninggal diperkirakan mencapai empat orang. "Pemerintah Indonesia menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa kepada para korban atas kejadian ini," ucap Armanatha. 

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.