Cegah Terorisme, Jerman Luncurkan Konsep Pertahanan Sipil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Kanselir Jerman Angela Merkel, saat minum bir dalam pertemuan politik Uni Demokratik Kristen (CDU) di Volkmarsen, Jerman, 29 Februari 2016. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    Ekspresi Kanselir Jerman Angela Merkel, saat minum bir dalam pertemuan politik Uni Demokratik Kristen (CDU) di Volkmarsen, Jerman, 29 Februari 2016. REUTERS/Kai Pfaffenbach

    TEMPO.CO, Berlin - Pemerintah Jerman pada Rabu, 24 Agustus 2016, secara resmi meluncurkan strategi pencegahan terorisme, serangan cyber dan senjata kimia serta bencana besar lainnya dengan Konsep Pertahanan Sipil. Konsep yang  ditentang oleh oposisi tersebut diluncurkan setelah terakhir kali diperkenalkan pada dua dekade lalu atau pada era perang dingin.

    Pemerintahan Kanselir Angela Merkel mengumumkan kepada warganya untuk membuat stok bahan pangan dan air untuk berjaga-jaga jika terjadi serangan atau bencana. Merkel juga  mempertimbangkan untuk kembali memperkenalkan wajib militer.

    Seperti yang dilansir Reuters pada 24 Agustus 2016, pengumuman yang dibuat setelah seluruh anggota kabinet menyetujui usulan yang dicantumkan dalam dokumen Kementerian Dalam Negeri setebal 69 halaman. Dokumen ini dibuat menyusul rentetan serangan teroris dalam beberapa bulan terakhir, baik yang terjadi di dalam maupun di luar negeri, khususnya di Eropa.

    "Rencana tersebut menguraikan tentang kerangka kerja untuk penyesuaian yang diperlukan dalam perubahan iklim keamanan dan tuntutan untuk pertahanan sipil serta situasi darurat," kata laporan itu, yang terakhir diterbitkan pada tahun 1995.

    Baca: Ngotot Amerika Serikat Hebat, Trump Ternyata Jual Jas Buatan Indonesia

    Dokumen yang hanya diperlukan jika terjadi perkembangan ke arah ancaman atas eksistensi Jerman ini, menganjurkan agar warga menyetok sejumlah kebutuhan pokok, seperti air dan makanan untuk beberapa hari. Selain mewajibkan setiap warga membuat stok makanan dan air, laporan ini juga memuat tentang rencana menyediakan sistem alarm yang dapat diandalkan, struktur perlindungan bangunan yang lebih aman, dan kapasitas sistem kesehatan yang lebih baik serta pelarangan mengenakan burqa.

    Selain itu warga sipil juga harus siap untuk membantu militer dengan tugas-tugas seperti mengarahkan lalu lintas, menyiapkan akomodasi dan menyediakan bahan bakar.

    Simak: Korea Utara Luncurkan Rudal, Amerika Serikat Meradang

    Awal Agustus ini, Kementerian Pertahanan Jerman mengatakan Jerman sekarang dalam ancaman terorisme dan berencana untuk melatih tentara untuk bekerja lebih erat dengan polisi dalam mempersiapkan potensi serangan milisi dalam skala luas.

    Jerman saat ini dalam kondisi darurat setelah dua serangan kelompok milisi Islam dan penembakan oleh remaja dengan masalah mental pada bulan lalu. Awal Agustus, Berlin mengumumkan langkah-langkah untuk mengeluarkan anggaran lebih besar untuk polisi dan pasukan keamanannya dan mengadakan satu unit khusus untuk memerangi kejahatan cyber dan terorisme.

    REUTERS|CHANNEL NEWS ASIA|EU MAGAZINE|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sulli dan Artis SM Entertaintment yang juga Tewas Bunuh Diri

    Sulli, yang bernama asli Choi Jin-ri ditemukan tewas oleh managernya pada 14 Oktober 2019. Ada bintang SM lainnya yang juga meninggal bunuh diri.