Lancarkan Serangan Darat, Turki Mulai Kirim Tank ke Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Ankara - Militer Turki mulai melancarkan serangan darat kepada kelompok teroris Negara Islam Irak Suriah (ISIS) serta pemberontak Kurdi di Suriah. Ini ditandai dengan mulai dikirimnya persenjataan berat melewati wilayah perbatasan kedua negara di Jarablus.

    Seperti yang dilansir BBC pada Rabu 24 Agustus 2016, belasan tank Turki dan beberapa persenjataan yang diperlukan dalam perang darat terlihat menyeberang ke Suriah untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai ISIS tersebut. Ini adalah serangan darat Turki pertama ke Suriah sejak operasi singkat untuk merelokasi makam Suleyman Shah, tokoh Ottoman, pada Februari tahun lalu.

    Sebelumnya, Turki telah terlebih dahulu melakukan serangan udara, dimana 70 target di area Jarablus telah dihancurkan oleh tembakan artileri dan roket yang dilepasakan dari wilayah Turki, Karkamis serta 12 serangan udara yang dibantu jet tempur koalisi pimpinan Amerika Serikat.

    Serangan tersebut dilaksanakan untuk membersihkan ISIS dan pemberontak Kurdi yang selama ini beroperasi di wilayah perbatasan tersebut. Pembersihan itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan agar kelompok tersebut tidak lagi berkembang dan mengganggu kemanan Turki, terutama sejak serangan pesta pernikahan warga Kurdi di Gaziantep yang merenggut nyawa lebih dari 50 tamu undangan.

    Dalam misinya kali ini, Turki terlebih dahulu mengevakuasi warga di kota perbatasan. Kantor-kantor pemerintahan dan sekolah-sekolah diliburkan untuk menghindari jatuhnya korban dari warga sipil.

    Sementara itu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan bahwa pengiriman tank-tank turki tersebut juga diikuti oleh pasukan oposisi Suriah. Dikatakan bahwa pasukan pemberontak Suriah tersebut berjalan melewati perbatasan dengan didahului oleh tank dan penyapu ranjau hari ini.

    BBC | ABC NEWS|YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.